[Puisi] Seribu Tahun Lagi

  SERIBU TAHUN LAGI Kulayari malam dengan perahu selembar daun yang jatuh dari mimpimu laut gelap menunggu! Kapal-kapal berlintasan di kepalaku mengangkut udara kota yang beku dan menaburkannya di sepanjang aliran darahku. Dengarlah! Aku bukan pengelana yang gagah perkasa menaklukkan badai, menembus rimba belantara mencari cinta sampai ke ujung dunia Aku hanya debu mengikuti anginContinue reading “[Puisi] Seribu Tahun Lagi”