[Puisi] Bangsa Merdeka

Puisi “Bangsa Merdeka” diambil dari kumpulan puisi saya “Senja di Jakarta” yang terbit pada November 2017. Video pembacaan puisi dibuat pada 14 Agustus 2018 sebagai bagian dari kampanye spirit kemerdekaan oleh Yayasan Indonesia Bahagia (YIB). Lokasi: Atap Gedung Film, Jakarta. Videografer: Ira Diana   BANGSA MERDEKA Kalau engkau bertanya kepadaku benarkah kita sudah merdeka akanContinue reading “[Puisi] Bangsa Merdeka”

[Puisi] Kepada Yth. Cebong dan Kampret

    Kepada Yth. CEBONG DAN KAMPRET Sebuah negeri tergelincir dari tanganku Jatuh ke dalam kolam Sekawanan burung masuk ke tubuhku Membawa reruntuhan kota Ekosistem kehidupan telah berubah Dan aku terpaksa menyesuaikan diri Meminum air yang bercampur dengan puing-puing bangunan yang belum lama berdiri dan runtuh Menghirup udara yang tercemar dari polusi besi-besi tua yangContinue reading “[Puisi] Kepada Yth. Cebong dan Kampret”

[Puisi] Ode Untuk Mas Dawam

Sebuah puisi didedikasikan kepada Mas Dawam (Prof. Dr. M. Dawam Rahardjo) yang wafat pada 30 Mei 2018 di Jakarta. Beliau almarhum dikenal sebagai tokoh LSM, cendekiawan muslim ahli ekonomi, pendiri dan pemimpin jurnal Ulumul Quran. Puisi dibacakan di resto hotel Gren Melia, Jakarta, 2 Juni 2018 dalam pertemuan para aktivis dan murid-murid Mas Dawam.  Continue reading “[Puisi] Ode Untuk Mas Dawam”

[Puisi] Yang Mendobrak Kebekuan (Ode untuk Nurcholish Madjid)

Untuk mengenang sang guru, Nurcholish Madjid, yang wafat pada 29 Agustus 2005, saya menulis puisi sebagai ekspresi rasa takzim kepada beliau almarhum. Puisi ini juga dibacakan di halaman taman Bintaro Exchange Mall pada 28 Oktober 2017 dalam acara peluncuran Maestro Indonesia, sebuah film tentang tokoh-tokoh Indonesia yang digarap oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. YANGContinue reading “[Puisi] Yang Mendobrak Kebekuan (Ode untuk Nurcholish Madjid)”

[Puisi] WHEN I NEED YOU

WHEN I NEED YOU Hari sudah malam ketika rindu datang mengetuk pintu rumahku Kukatakan bahwa cinta telah pergi beberapa jam yang lalu Namun ia tetap bergeming, alih-alih berlalu dari mataku Sesaat kemudian ia melepaskan sepatu dan melenggang ke ruang tamu “Sudah larut malam,” ujarku, “aku mau tidur.” “Apa kau yakin bisa tidur?” Ia malah mengejekku.Continue reading “[Puisi] WHEN I NEED YOU”