Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia

Makhluk-makhluk itu muncul begitu saja dari bongkahan batu menjelma burung-burung yang lapar terbang mengelilingi kota mencari sisa-sisa makanan dan bangkai untuk memenuhi kebutuhan manusia Di malam hari makhluk-makhluk itu kembali menjadi batu tapi batu-batu yang berekor api berlintasan bagai anak-anak panah yang dilepaskan Maka banyak peristiwa di malam hari: bintang yang pecah berkeping-keping bidadari-bidadari yangContinue reading “Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia”

November Rain

November Rain Setiap kali hujan turun engkau bertanya di mana kekasihmu pada tanah basah melepaskan diri dari membawa bayang-bayang Rintik hujan meninggalkan kecupan yang kini menjadi danau di keningmu Lalu engkau berusaha mencintai hujan karena ragu dengan perasaanmu akan mengalir ke laut atau bersikeras menjadi awan Ciputat, 10/11/18 IG: ahmadgaus68

Cerita Pagi

CERITA PAGI Kabut turun di rooftop lembut dan tipis seperti gaun tidurmu Aku terjatuh dari tangga angin waktu mematahkan tangkai sayap peri kegelapan Kulihat kau duduk di sana di antara kursi-kursi kosong Menyanyikan sepotong lagu hitam menikam musnah segala yang dirindu Burung-burung beterbangan dari rambutmu! Depok, 18/11/18 IG: ahmadgaus68  

Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA

Terima kasih kepada sahabatku, Abdullah Sajad, yang membuat musikalisasi puisi karya saya, SENJA DI JAKARTA. Silakan dinikmati sambil nyeruput kopi dan membayangkan seorang kekasih duduk di sampingmu 🙂   SENJA DI JAKARTA tubuhku berulang kali menjadi dinding, kekasihku menahan rasa sakit dan gemuruh angin yang dikirim dari gedung-gedung yang selalu berisik di jantung kota  Continue reading “Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA”

Puisi, Daun, dan Bunga di Musim Semi

Kata Pengantar Ahmad Gaus untuk Buku Puisi Heri Mulyadi, “Elegi Cinta, Cerita Kata.” Puisi, Daun, dan Bunga di Musim Semi ADA yang mengatakan bahwa setiap puisi adalah hasil proses kreatif. Pernyataan ini benar belaka. Tapi tidak cukup. Puisi ialah imajinasi, yaitu proses pra-kreasi. Keduanya tentu berkelindan, namun saya merasa perlu membedakannya beberapa saat setelah sayaContinue reading “Puisi, Daun, dan Bunga di Musim Semi”

O CLARA, MANGE WISA KO

O CLARA, MANGE WISA KO Selamat malam, Clara maukah kau temani aku sejenak saja menyusuri tepian pantai di sana atau sekadar bercengkrama di dermaga menunggu saat purnama tiba di seberang jembatan Sukarno Aku ingin mendengar sekali lagi deru nafasmu yang terengah seperti isyarat bahwa ada sesuatu yang tengah berubah Di lorong-lorong kota seribu gereja menungguContinue reading “O CLARA, MANGE WISA KO”