[Puisi] Elegi untuk Ibu Omi

  ELEGI UNTUK IBU OMI *) Suatu hari nanti kita akan sendiri Duduk di sisi jendela Di tepi pagi yang sunyi Memandangi bunga-bunga di taman Tumbuh, merekah, kemudian layu dan jatuh ke bumi Menikmati kicau burung-burung di halaman Sebelum mereka terbang satu persatu menuju cakrawala Seperti itu pula orang-orang yang kita cintai Keluarga, sahabat, handaiContinue reading “[Puisi] Elegi untuk Ibu Omi”

[Puisi] Surat Kecil untuk Tuhan

SURAT KECIL UNTUK TUHAN Anak-anak lahir dari rahim semesta. Tangisan mereka adalah musik paling tua yang diciptakan oleh hening. Hingga seisi alam hanyut dalam alunan isaknya. Langit ikut mendengar dan menumpahkan airmata. Anak-anak membawa alat musik, berlarian di jalan-jalan, karena hujan adalah isak tangis mereka sendiri. Setiap butirnya dikumpulkan dan diberikan kepada orang-orang yang lewat —Continue reading “[Puisi] Surat Kecil untuk Tuhan”

Sarah Mae

  SARAH MAE Sarah Mae sudah pergi dari rumah ini sejak kemarin lusa. Ia hanya berpamitan pada daun pintu yang selalu terbuka — walaupun tidak pernah tahu siapa yang ditunggu; dan pada seekor burung piaran yang tidak berhenti bernyanyi karena selalu kesepian. Tidak ada yang tahu mengapa Sarah pergi, dan ke mana. Jejak kakinya punContinue reading “Sarah Mae”

[Puisi] MATA IBU

Mata Ibu Dari apakah Tuhan menciptakan mata ibu Begitu luas hingga mampu menampung isi semesta Tempat matahari beredar Dan bulan yang selalu purnama Bintang-bintang bertaburan di sana Di dalam mata ibu ada lautan Tempat aku berlayar menuju pulau tujuan Kota-kota yang pernah aku kunjungi Ada di dalamnya Setiapkali kutatap mata ibu Aku menemukan potret dirikuContinue reading “[Puisi] MATA IBU”