Posted by: Ahmad Gaus | January 22, 2019

Surat Kecil untuk Tuhan

surat kecil1

SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Anak-anak lahir dari rahim semesta. Tangisan mereka adalah musik paling tua yang diciptakan oleh hening. Hingga seisi alam hanyut dalam alunan isaknya. Langit ikut mendengar dan menumpahkan airmata. Anak-anak membawa alat musik, berlarian di jalan-jalan, karena hujan adalah isak tangis mereka sendiri. Setiap butirnya dikumpulkan dan diberikan kepada orang-orang yang lewat — mengira itulah orangtua mereka.

Anak-anak berasal dari negeri asing. Seperti para pengungsi yang datang bergelombang. Ada yang beruntung mendapat suaka, belaian tangan bapak, dan pasokan air susu yang berlimpah dari payudara ibunya. Namun sebagian lagi menjadi para pengungsi yang tersesat. Mereka dibesarkan oleh debu, tembok berduri, dan gerbong-gerbong kosong, tempat mereka memandang langit —  dari mana mereka dikirim.

Dan malam ini Kau lihat sendiri, mereka berusaha sembunyi-sembunyi, mencuri bulan dengan galah yang ujungnya diberi belati. 

puisi: ahmad gaus

(Terinspirasi oleh film “Surat Kecil untuk Tuhan” produksi Falcon Picture yang beredar di bioskop bulan Juni 2017)

20140615_215958_sekolah-kolong-jembatan

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: