SEBUAH KAMAR

SEBUAH KAMAR Akhirnya kau pergi juga kulipat daun pintu dan diam-diam kumasukkan ke dalam tasmu suatu hari nanti kau akan teringat sebuah kamar di kepalaku yang pintunya selalu terbuka — menghadap ke laut tempat kau biasa berbaring seperti turis asing sambil menikmati suara ombak burung-burung camar menarik-narik rambutmu hingga kau tertidur dan bermimpi sedang beradaContinue reading “SEBUAH KAMAR”