[Puisi] Kota Yang Ditinggalkan

079521000_1581601682-shutterstock_1608967960

Kota Yang Ditinggalkan

Kapan lagi angin gunung akan bertiup ke kota
menaburkan benih pepohonan di tubuh kita
agar tumbuh menjadi hutan!

Sungai-sungai adalah nafas kita
yang berhulu di cakrawala
beribu-ribu tahun mengalir menuju muara jiwa
beribu-ribu perahu berlayar di atasnya
membawa sendiri mata air dari telaga
dan kita masih saja bicara tentang kearifan purba
melalui huruf dan angka-angka.

Berapa banyak kota yang dibangun di atas makam
kesunyian sukma-sukma manusia
Berapa banyak peradaban yang membusuk
dalam piramida kurban manusia.

Waktu berkejaran, mimpi terus disusun
dimasukkan ke dalam keranda
aku memandangi sepi menyergap jalan-jalan kota
musim kemarau diam-diam
menyusup lewat jendela.

– a poem by ahmad gaus

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s