Teman Abadi Kerinduan

TEMAN ABADI KERINDUAN Sekali waktu di tengah hujankita bertemu di sebuah persimpanganbercerita tentang kehidupankau bilang, sayap-sayapmu hilangdicuri kupu-kupudalam perjalanan menuju tempat terjauhdalam hidupmusedang perahuku patah dayungnyasaat bertolak ke pulauyang belum pernah kutempuhdalam hidupku Angin laut menyatukan kitakau ikat rambutmu di layar perahukudan kusandarkan perahukudalam tidurmu Ombak begitu lamamercusuar tidak selalu menyalatapi masih ada isyarat samar-samardariContinue reading “Teman Abadi Kerinduan”

Lagu Yang Tak Diputar

  ada cerita tentang dinding yang diamdan air mata yang mengambangmenghela langkah dan senyuman rindu tidak menemukan jejakdinding yang menyimpan ribuan ceritatetap saja membisuseperti lagu yang tak diputar 2018 ———– Kalau kamu suka novel bergenre komedi-horor jangan lupa baca ini ya, novel pendek dengan nilai-nilai spiritual: Laura dan Burung Hantu

Burung Gereja dan Asal-Usul Toleransi Agama

– Untuk Pendeta Albertus Patty Burung gereja yang setiap pagi berkerumun di halaman rumahku, hari ini raib entah ke mana Tapi samar-samar kudengar kabar bahwa setiap minggu pagi mereka sibuk menyambut para jemaat yang akan melakukan misa-kebaktian di gereja Sungguh perbuatan yang mulia, mereka mau meramaikan ibadat orang-orang yang berbeda agama, tanpa takut kehilangan akidahContinue reading “Burung Gereja dan Asal-Usul Toleransi Agama”

Mata yang Indah

“Aku ingin berjalan bersamamu Dalam hujan dan malam gelap Tapi aku tak bisa melihat matamu.” (“Resah”, oleh Payung Teduh) MATA YANG INDAH Mata yang indah adalah seribu kunang-kunang yang berpindah dari lembah ke taman pedestrian dan membawaku kembali duduk di sana — sudut kota yang memulakan segalanya dari keraguan. Walau langit gelap mata itu tetapContinue reading “Mata yang Indah”

Lukisan Flamboyan

  Lukisan Flamboyan Seperti sungai yang mengalir ribuan tahun lamanya menuju muara aku pun ingin menujumu beribu-ribu tahun lagi. Seperti angin yang berembus menaburkan pupuk pada putik-putik kembang aku pun ingin menyemaikan rindu pada kelopak hatimu. Langit kujadikan kanvas tintanya air mata dan hujan dan engkau yang terus berlari membawa keranjang memunguti bunga-bunga flamboyan. AkuContinue reading “Lukisan Flamboyan”

Sketsa Hujan

  Sketsa Hujan   Siapa yang memberimu bunga dan mengalungi lehermu dengan api? Engkau masih terlelap dalam mimpi ketika aku memunguti sisa-sisa butiran hujan dan menyelipkannya di gaunmu yang terbakar. Jendela kamarmu dipenuhi rumput ilalang engkau terjaga dan memahat airmatamu dengan kabut menjadi patung-patung duka lalu menghiasnya dalam bingkai waktu yang beku Musim ini segeraContinue reading “Sketsa Hujan”

Puitisasi Pancasila

  PUITISASI PANCASILA Tuhan Yang Mahaesa diseru dengan banyak nama Tapi nama-nama itu tidak membuat Dia menjadi banyak Tuhan Yang Mahaesa disembah umat berbeda agama Tapi agama-agama itu tidak menjadikan Tuhan berbeda Sebab Zat yang satu tidak dapat dibeda-bedakan Dia yang satu, adalah simbol tertinggi persatuan manusia Maka perbedaan-perbedaan di antara umat manusia Dipersatukan olehContinue reading “Puitisasi Pancasila”

Doa Penawar Rindu

DOA PENAWAR RINDU Tuhan, jika kerinduanku pada kekasih melebihi kerinduanku kepada-Mu ampuni aku! Sebab, aku bukan penguasa atas apapun yang terbersit di hatiku melainkan Engkau. Dan jika kecintaanku pada kekasih melebihi kecintaanku kepada-Mu maafkan aku! Sebab, aku juga bukan penguasa atas setiap rasa yang berdenyut di jantungku melainkan Engkau. Dalam zikir-zikir yang kulantunkan untuk memujiContinue reading “Doa Penawar Rindu”

[Puisi] Ketupat Lebaran

KETUPAT LEBARAN Anak-anak membakar petasan di ujung gang dan dilemparkan begitu saja ke arahku Senyampang ledakan persis di wajahku, aku terlempar jauh sekali Ke masa kanak-kanak, di bawah pohon kelapa Ketika nenekku mengajari menganyam ketupat. “Nanti malam malaikat-malaikat akan turun,” katanya. “Kita beri mereka makanan enak supaya nanti kita ditunjuki jalan ke surga.” Malam hariContinue reading “[Puisi] Ketupat Lebaran”