ELEGI BULAN APRIL [Catatan kelam wabah Corona]

  Elegi Bulan April (Catatan kelam wabah Corona)   Ahmad Gaus   Kuantar Maret ke pintu gerbang dengan tubuh menggigil Seperti melepas seekor burung merpati yang sakit pilek Hujan terakhir telah kucatat pada petang hari yang muram Pemakaman sepi dari orang-orang yang kehilangan keluarga, kekasih, dan sahabat mereka Tanah-tanah bercerita, kematian karena wabah penyakit begituContinue reading “ELEGI BULAN APRIL [Catatan kelam wabah Corona]”

Jangan Lockdown Cintamu

JANGAN LOCKDOWN CINTAMU Karena Corona kau menjaga jarak denganku Bukan satu meter, tapi berpuluh-puluh kilometer Karena Corona kau bermuram durja Padahal biasanya engkau selalu penuh tawa Karena Corona kau tak mau lagi kucumbu Padahal engkau penuh hasrat menggebu Aku memahami bahasa cintamu, walau lebih halus dari virus Corona Bersabarlah cintaku, sampai Corona berlalu Biar sajaContinue reading “Jangan Lockdown Cintamu”

BENARKAH CINTA ITU ADA?

Benarkah Cinta itu Ada? Is the love I gave her in the past Gonna be enough to last. (Ronan Keating, If Tomorrow Never Comes)   Bumi bertanya kepada langit, ‘benarkah ada cinta di antara kita?’ Beribu tahun lamanya langit tidak menjawab Namun terus mengirimkan airmata Agar kehidupan di bumi tetap ada Kalau cinta ada diContinue reading “BENARKAH CINTA ITU ADA?”

Tangsel Spring

TANGSEL SPRING Kawan Pintu gerbang selatan telah dibuka Matahari telah menunggu lama untuk menyematkan bunga Pada rambut gadis-gadis jelita Pada celak mata para pemuda yang tertimbun lumpur peradaban kota Di kafe-kafe pinggir jalan Kita biasa berbagi masa depan dalam secangkir kopi hitam Setiap impian selalu kandas sebelum azan magrib berkumandang Lampu-lampu jalan bisa kau pindahkanContinue reading “Tangsel Spring”

PANGGILAN BENDERA

Panggilan Bendera Puisi Ahmad Gaus Bendera di halaman rumahku berkibar ragu-ragu mungkin karena ia tidak tahu kenapa harus berkibar dan untuk apa untuk siapa Bendera di halaman rumahku berkibar malu-malu mungkin karena ia merasa asing berada di antara bendera lain yang lebih tinggi darinya bendera partai bendera golongan bendera isme bendera sekte Benderaku gamang memandangContinue reading “PANGGILAN BENDERA”

SEBUAH KAMAR

SEBUAH KAMAR Akhirnya kau pergi juga kulipat daun pintu dan diam-diam kumasukkan ke dalam tasmu suatu hari nanti kau akan teringat sebuah kamar di kepalaku yang pintunya selalu terbuka — menghadap ke laut tempat kau biasa berbaring seperti turis asing sambil menikmati suara ombak burung-burung camar menarik-narik rambutmu hingga kau tertidur dan bermimpi sedang beradaContinue reading “SEBUAH KAMAR”

KAMU DAN BUKU

Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2019 KAMU DAN BUKU Aku mencintai kamu seperti aku mencintai buku Karena itu caraku membaca kamu tidak jauh berbeda dengan caraku membaca buku Menelusuri baris demi baris, halaman demi halaman Kalau sampai ada yang terlewat, akan banyak kehilangan. Buku adalah jendela dunia, begitu juga kamu Melalui buku aku bisaContinue reading “KAMU DAN BUKU”

Dalam Fana

  dalam fana aku tiada dalam tiada aku mengada aku adalah debu purba dihempas angin negeri-negeri tua mencari tempatku di alam semesta namun tak ada aku adalah setitik air berkelana mencari samudera ingin melebur dalam keluasannya namun tak sampai jua kuikuti jalan fana dalam fana wujudku tiada aku melihat tidak dengan mata mendengar tidak denganContinue reading “Dalam Fana”

Tuhan Tidak Bermain Dadu

  TUHAN TIDAK BERMAIN DADU Tuhan ada di antara anak-anak yang berkumpul untuk bermain kelereng Mula-mula, Dia membantu mereka menarik garis batas pelemparan dengan cermat Lalu memastikan kelereng-kelereng yang akan dibidik berada di titik gravitasi agar tidak tergelincir ke lubang hitam Atau berbenturan dengan planet-planet lain di jagat raya. Ketika aturan sudah dibuat, Dia tinggalkanContinue reading “Tuhan Tidak Bermain Dadu”

Ideologi dan Utopia

  IDEOLOGI DAN UTOPIA Setiap lelaki hidup dengan mimpi yang jatuh dari sebatang pohon. Mereka mengira itulah cinta paling agung yang disemaikan oleh semesta dan tumbuh di tubuh perempuan — dimana sungai-sungai mengalir deras, bukit-bukit berbaris, dan lahan perkebunan terbentang luas Dunia adalah mimpi para lelaki dengan perempuan yang hanya terlihat bulu matanya di hutanContinue reading “Ideologi dan Utopia”

TAN EK TJOAN [puisi Imlek]

Tan Ek Tjoan Sebuah bendera berkibar di atas sepotong roti Melantunkan nada yang terus bertahan Dari gegap-gempita nyanyian revolusi Hingga huru-hara zaman yang bergerak makin ke kanan Tanah airku, kisah Tan, berada di sebelah kiri jalan Di antara deretan toko yang kerap menjadi sasaran penjarahan Nasionalismeku terhimpit di halaman buku-buku sejarah yang tak pernah dibaca MakaContinue reading “TAN EK TJOAN [puisi Imlek]”