The Dream

 

 

THE DREAM

 

When I sat at dawn

Searching for the remnants of my dream last night

The shadow of your wings

The beauty of your voice

Singing like a bird

Chase away my loneliness.

You’ve been singing in beauty

And I am the sky — echoing your voice in the wind

When it suddenly blew hard

My dreams fell to pieces.

But I did not despair

Picked them up

Over and over again

As I did not wanna lose you

Even though in my dream.

●●●

a poem by ahmad gaus

 

 

Datang dan Pergi

enjoy sunset

 

DATANG DAN PERGI

Ada yang datang seperti kabut
begitu tenang dan lembut
merambat di tepi-tepi hati
lalu pergi
dengan hati-hati.

Ada yang datang seperti ombak
keras mendesak-desak
menghentak batu karang
lalu menghilang.

Ada juga yang datang seperti hujan

membasahi halaman demi halaman
catatan di buku harian
dan hanya bertahan
sebagai kenangan.

Ada lagi yang datang seperti senja
merah saga.

Yang datang dan pergi tidak pernah tahu
di mana aku berdiri menunggu
berpura-pura menjadi
daun pintu.

Pasar Minggu, 28/08/17

[Puisi ini dimuat dalam buku antologi “Senja di Jakarta”, 2017]

Senja di Jakarta

Cinta, Rindu, Airmata (puisi akhir pekan)

tears

puisi-puisi ahmad gaus

 

AKU BERTANYA

Aku bertanya pada cinta
sampai kapan akan membiarkan rindu
terbelenggu dalam penjara jiwa.
Ia menggelengkan kepala
menitikkan airmata!

Aku bertanya pada rindu
sampai kapan akan membiarkan cinta
terpenjara dalam belenggu kalbu.
Ia menangis pilu
menumpahkan airmatanya di bahuku!

Akhirnya aku bertanya pada airmata
sudikah ia mempertemukan
cinta dan rindu di taman pelaminan
dimana tak ada lagi kesedihan.
Ia pergi meninggalkanku
sambil menangis tersedu-sedu!

—  Gedung Film, Maret 2016

 

DOA PENAWAR RINDU

Tuhan, jika kerinduanku pada kekasih
melebihi kerinduanku kepada-Mu
ampuni aku!
Sebab, aku bukan penguasa atas apapun
yang terbersit di hatiku
melainkan Engkau.
Dan jika kecintaanku pada kekasih
melebihi kecintaanku kepada-Mu
maafkan aku!
Sebab, aku juga bukan penguasa atas setiap rasa
yang berdenyut di jantungku
melainkan Engkau.

Dalam zikir-zikir yang kulantunkan
untuk memuji nama-Mu
tanpa sadar kusebut pula namanya.
Jangan murkai aku, Tuhan, jika itu keliru!
Sebab, tak mungkin dapat kugerakkan lidahku
melainkan atas izin-Mu juga.
Dan dalam sujud-sujud malamku
untuk mengagungkan-Mu
kuagungkan pula namanya di hatiku.
Jangan kutuk aku, Tuhan
walaupun mungkin menurut-Mu itu perlu!

Dari Engkaulah rindu dan cinta berhulu
kepada Engkau pula kelak akan bermuara
aku hanya pendayung waktu
rindu dan cinta kupinta selautan rahmat-Mu
untuk kekasih yang menunggu di ujung senjaku.
Maka jadikanlah cinta ini sebagai amal saleh
yang akan kujalani selama hidupku
dan rindu ini sebagai ibadah
yang akan kuamalkan sepanjang hayatku.

Gedung Film, Maret 2016