Cinta, Rindu, Airmata (puisi akhir pekan)

puisi-puisi ahmad gaus   AKU BERTANYA Aku bertanya pada cinta sampai kapan akan membiarkan rindu terbelenggu dalam penjara jiwa. Ia menggelengkan kepala menitikkan airmata! Aku bertanya pada rindu sampai kapan akan membiarkan cinta terpenjara dalam belenggu kalbu. Ia menangis pilu menumpahkan airmatanya di bahuku! Akhirnya aku bertanya pada airmata sudikah ia mempertemukan cinta dan rinduContinue reading “Cinta, Rindu, Airmata (puisi akhir pekan)”

Aku Tidak Memesan Malam [puisi]

  AKU TIDAK MEMESAN MALAM puisi ahmad gaus   Aku tidak memesan malam ia datang begitu saja dituangkan angin ke cangkir kopi “Untuk apa?” tanyaku “Aduklah, lalu minum,” katanya, “sebentar lagi sepi akan datang ia akan menemanimu mengobrol.”   Hei, siapa pula yang memesan sepi? aku sedang ingin sendiri seisi rumah sudah kukeluarkan kuletakkan diContinue reading “Aku Tidak Memesan Malam [puisi]”

Remy Sylado dan Gerakan Puisi Mbeling

Catatan Ahmad Gaus Pada 12 Juli 2015 lalu budayawan dan sastrawan Remy Sylado genap berusia 70 tahun. Sejak remaja, pria kelahiran Makassar 12 Juli 1945 ini telah aktif menulis puisi, esai, cerpen, novel, drama, kolom, kritik, roman, juga buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi. Sebagai kado di hari ulang tahunnya, dan sekaligus doa untuk kesembuhannyaContinue reading “Remy Sylado dan Gerakan Puisi Mbeling”

DUA HATI: Antologi Puisi Mini Multimedia

INI PUISI era digital, teks saja tidak cukup. Puisi dipadukan dengan audio-visual. Namanya Puisi Mini Multimedia (PMM), atau #eShortPoem Di bawah ini beberapa PMM saya yang dibingkai dengan ilustrasi. Dua PMM lainnya saya buatkan versi videonya. Selamat menikmati 🙂

Para Penjahat Atas Nama Tuhan

Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada hari ini (16/11/2013), saya menulis sebuah puisi terkait dengan kondisi kehidupan beragama di tanah air dewasa ini. Para Penjahat Atas Nama Tuhan Puisi Ahmad Gaus Di manakah Tuhan ketika rumah-Nya diserang dan dihancurkan? Engkau tidak akan tahu arti sedih sebelum kakimu tergelincir dan berdarah ketika menyeruContinue reading “Para Penjahat Atas Nama Tuhan”

Puisi: Sehelai Kain dari Surga

Sehelai Kain dari Surga Puisi Ahmad Gaus Kain itu dicuri dari surga ketika bidadari melepas pakaiannya dan mandi bersama para pangeran. Seseorang yang cemas bergegas membawanya pergi membuat duplikat kain itu dan menjualnya di toko busana. Ini pakaian resmi para bidadari jika engkau mengenakannya akan terhindar dari api neraka, katanya. Sejak itu, para pedagang membuatContinue reading “Puisi: Sehelai Kain dari Surga”

Gereja Tua

PUISI ESAI AHMAD GAUS Gereja Tua /1/ AZAN magrib bersahutan dari loud speaker Tiga masjid yang berdekatan di kampung Setu Terdengar oleh Nasruddin seperti lomba tarik suara Orang-orang bergegas pergi sembahyang. Sejak pulang dari Tanah Suci Nasruddin tidak pernah lagi datang ke masjid Salat berjamaah ataupun ikut pengajian Setiap malam Jumat. Para tetangga merasa heranContinue reading “Gereja Tua”

Negeri Ini Kekurangan Penulis

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. Menulis adalah bekerja untuk keabadian — Pramoedya Ananta Toer “Menulis? Nggaklah, gw gak bakat kalee…!!” Kalimat seperti itu sering saya dengar dari orang-orang yang menganggap kegiatan tulis-menulis sebagai sesuatuContinue reading “Negeri Ini Kekurangan Penulis”

Kota-kota dalam Koloni Airmata

Kota-kota dalam Koloni Airmata Puisi Ahmad Gaus Hujan menepi pada dinding beton rumah-rumah yang menyekap ingatan tentang rasa sakit. Sejarah yang dikubur oleh cairan timah yang membeku dalam tubuh orang-orang yang mengaumkan kepedihan. Dalam reportoar para pembenci di atas panggung yang disulap menjadi zona perang. Para penjaga malam negeri ini menjerit kesakitan. Mencabut luka satuContinue reading “Kota-kota dalam Koloni Airmata”

Hukum Bermazhab dalam Sastra dan Pintu Ijtihad Puisi yang Tidak Pernah Ditutup

Pengantar untuk Buku Puisi Esai: KUTUNGGU KAMU DI CISADANE Oleh Ahmad Gaus Duapuluh tahun kemudian saya kembali menulis puisi. Selama rentang waktu itu saya hanya menulis artikel opini atau kolom di media massa, serta sejumlah buku. Dunia puisi sudah saya tinggalkan, dan nyaris tidak pernah diingat lagi. Saya sudah menganggapnya sebagai masa lalu, catatan kelamContinue reading “Hukum Bermazhab dalam Sastra dan Pintu Ijtihad Puisi yang Tidak Pernah Ditutup”

Puisi Esai adalah Puisi yang Bercerita

Bumi Siliwangi, Isolapos.com “ Puisi Esai adalah puisi yang bercerita dengan merujuk kepada fakta sosial yang pernah terjadi,” ujar Ahmad Gaus, pembicara dalam Workshop Menulis Puisi dan Esai yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bekerja sama dengan Jurnal Sajak, Senin (16/7). Ahmad menambahkan puisi esai merupakan caraContinue reading “Puisi Esai adalah Puisi yang Bercerita”