PANGGILAN BENDERA

Panggilan Bendera Puisi Ahmad Gaus Bendera di halaman rumahku berkibar ragu-ragu mungkin karena ia tidak tahu kenapa harus berkibar dan untuk apa untuk siapa Bendera di halaman rumahku berkibar malu-malu mungkin karena ia merasa asing berada di antara bendera lain yang lebih tinggi darinya bendera partai bendera golongan bendera isme bendera sekte Benderaku gamang memandangContinue reading “PANGGILAN BENDERA”

SEBUAH KAMAR

SEBUAH KAMAR Akhirnya kau pergi juga kulipat daun pintu dan diam-diam kumasukkan ke dalam tasmu suatu hari nanti kau akan teringat sebuah kamar di kepalaku yang pintunya selalu terbuka — menghadap ke laut tempat kau biasa berbaring seperti turis asing sambil menikmati suara ombak burung-burung camar menarik-narik rambutmu hingga kau tertidur dan bermimpi sedang beradaContinue reading “SEBUAH KAMAR”

[Puisi] Ideologi dan Utopia

  IDEOLOGI DAN UTOPIA Setiap lelaki hidup dengan mimpi yang jatuh dari sebatang pohon. Mereka mengira itulah cinta paling agung yang disemaikan oleh semesta dan tumbuh di tubuh perempuan — dimana sungai-sungai mengalir deras, bukit-bukit berbaris, dan lahan perkebunan terbentang luas Dunia adalah mimpi para lelaki dengan perempuan yang hanya terlihat bulu matanya di hutanContinue reading “[Puisi] Ideologi dan Utopia”

[Puisi] Elegi untuk Ibu Omi

  ELEGI UNTUK IBU OMI *) Suatu hari nanti kita akan sendiri Duduk di sisi jendela Di tepi pagi yang sunyi Memandangi bunga-bunga di taman Tumbuh, merekah, kemudian layu dan jatuh ke bumi Menikmati kicau burung-burung di halaman Sebelum mereka terbang satu persatu menuju cakrawala Seperti itu pula orang-orang yang kita cintai Keluarga, sahabat, handaiContinue reading “[Puisi] Elegi untuk Ibu Omi”

Sarah Mae

  SARAH MAE Sarah Mae sudah pergi dari rumah ini sejak kemarin lusa. Ia hanya berpamitan pada daun pintu yang selalu terbuka — walaupun tidak pernah tahu siapa yang ditunggu; dan pada seekor burung piaran yang tidak berhenti bernyanyi karena selalu kesepian. Tidak ada yang tahu mengapa Sarah pergi, dan ke mana. Jejak kakinya punContinue reading “Sarah Mae”

[Puisi] MATA IBU

Mata Ibu Dari apakah Tuhan menciptakan mata ibu Begitu luas hingga mampu menampung isi semesta Tempat matahari beredar Dan bulan yang selalu purnama Bintang-bintang bertaburan di sana Di dalam mata ibu ada lautan Tempat aku berlayar menuju pulau tujuan Kota-kota yang pernah aku kunjungi Ada di dalamnya Setiapkali kutatap mata ibu Aku menemukan potret dirikuContinue reading “[Puisi] MATA IBU”

[Puisi] “Meninggalkan Tubuh”

    Pembacaan Puisi oleh Ira Diana (penyair, novelis) MENINGGALKAN TUBUH   — puisi ahmad gaus Aku berjalan ke timur Bertanya pada semua yang kutemui Benarkah jalan yang kutuju            untuk mencari diriku Semua membisu, tidak  ada yang tahu Dalam terang cahaya, aku seperti buta Dalam terik siang, yang kutemukan                       hanya bayang-bayang Aku berjalanContinue reading “[Puisi] “Meninggalkan Tubuh””

[Info] Lomba Menulis Puisi Natal

UNTUK ANDA YANG MENYUKAI PUISI, saya punya tawaran menarik:  Tulislah sebuah puisi yang berhubungan dengan Natal. Hadiahnya sudah saya siapkan tiga buku puisi saya yang berjudul SENJA DI JAKARTA untuk tiga penulis puisi terbaik (masing-masing satu ya, hehe). Buku ini terbit tahun 2017, sudah diluncurkan di Singapura (November 2017) dan didiskusikan di Malaysia (Desember 2017).Continue reading “[Info] Lomba Menulis Puisi Natal”

[Poem] December Rain

  DECEMBER RAIN IF nothing gets in the way, this afternoon I will see you To express love Did not you have been waiting for that time In the silence of hundreds of years of roses Then stand at the door of your childhood Greet me with your brown eyes Or stab me with songsContinue reading “[Poem] December Rain”

[Puisi] Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia

Makhluk-makhluk itu muncul begitu saja dari bongkahan batu menjelma burung-burung yang lapar terbang mengelilingi kota mencari sisa-sisa makanan dan bangkai untuk memenuhi kebutuhan manusia Di malam hari makhluk-makhluk itu kembali menjadi batu tapi batu-batu yang berekor api berlintasan bagai anak-anak panah yang dilepaskan Maka banyak peristiwa di malam hari: bintang yang pecah berkeping-keping bidadari-bidadari yangContinue reading “[Puisi] Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia”

[Puisi] November Rain

  November Rain Setiap kali hujan turun engkau bertanya di mana kekasihmu pada tanah basah melepaskan diri dari membawa bayang-bayang Rintik hujan meninggalkan kecupan yang kini menjadi danau di keningmu Lalu engkau berusaha mencintai hujan karena ragu dengan perasaanmu akan mengalir ke laut atau bersikeras menjadi awan   Ciputat, 10/11/18 IG: ahmadgaus68

[Puisi] Cerita Pagi

CERITA PAGI Kabut turun di rooftop lembut dan tipis seperti gaun tidurmu Aku terjatuh dari tangga angin waktu mematahkan tangkai sayap peri kegelapan Kulihat kau duduk di sana di antara kursi-kursi kosong Menyanyikan sepotong lagu hitam menikam musnah segala yang dirindu Burung-burung beterbangan dari rambutmu! Depok, 18/11/18 IG: ahmadgaus68