Puisi Isra Mikraj

Selamat Memperingati Isra Mikraj 2021.

Semoga semakin rajin salatnya., sehingga ada bekas sujudnya (min atsaris sujud) dalam kehidupan, bukan bekas hitam di jidat. Kalau ini min atsaril karpet. Inilah yang paling ditakuti oleh para ulama, para wali. Sebab kalau sampai jidat mereka hitam akan membuat mereka riya’ (pamer). Wallahu’alam.

 

 

 

Requiem untuk Kang Jalal

Selamat jalan Kang Jalal, salah satu bintang cendekiawan, putra terbaik bangsa ini. Titip salam untuk Cak Nur, Gus Dur, Mas Tom, Mas Djohan, Mas Dawam, dll yang mungkin sedang menunggumu di Klub Kajian Agama (KKA) atau Majelis Reboan. Kita semua akan menyusulmu…

 

Daun-Daun Menulis Kesunyian

Need a help: Dear teman2 bloger dan para pembaca, saya perlu 200 subscriber lagi untuk meng-up novel saya menjadi “novel berbayar”. Proses ini gratis. Caranya mudah, buka saja link ini:  https://share.novelme.id/starShare.html?novelId=22983

Lalu klik + RAK. Bonusnya, saat ini Anda masih dapat membaca novel ini tanpa dikunci alias masih gratis. 🙂 🙂  Terima kasih yo. Salam 

Sudut Pandang

Tentang Mengubah Sudut Pandang
Sepanjang hari ini (Kamis, 4/02/2021) saya mengikuti rapat kerja (Raker) CSRC-UIN Jakarta, karena saya salah satu peneliti senior CSRC, katanya. 🙂
Sambil mendengarkan paparan dari Buya Azra alias Prof Azyumardi Azra, Dr. Yeni Ratnaningsih, Dr. Chaider S. Bamualim, Idris Hemay (Direktur CSRC), Irfan Abubakar (Dewan Penasihat), saya orat-oret puisi atas pesanan Gus Solah yang memandu acara ini. Maka jadilah puisi ini, yang terinspirasi oleh paparan Bu Yeni tentang “how to change your perspective..” Ini puisinya yang juga sudah saya bacakan di acara tanpa kopi, snack, dan rokok tsb 🙂 :
***
SUDUT PANDANG
– Untuk teman-teman CSRC-UIN Jakarta
Kalau kita ingin mencari sumber kekayaan maka
kita harus membuka hutan
Tapi kalau kita pergi sendirian kita akan diterkam
harimau, sang penguasa hutan
Kita akan mati konyol
Tidak ada yang bisa menyelamatkan kita
Kalau kita ingin terlihat oleh yang lain
maka kita harus terbang ke langit tinggi
Tapi di sana pun ada rajawali
Kita akan mati dimangsa si penguasa langit itu
Kita bisa selamat dari terkaman harimau
kalau kita pergi ke hutan bersama kawanan gajah
Tapi, dengan begitu, kita akan menjadi gajah
Kita bisa selamat dari cengkraman rajawali
kalau kita bergabung bersama kawanan burung walet.
Tapi ingat, kita pun akan menjadi burung walet
Lalu bagaimana supaya kita tidak menjadi salah satu
dari gajah, atau salah satu dari burung walet?
Kalau kita pergi ke hutan kita harus menjadi harimau
Kalau kita terbang ke langit kita harus menjadi rajawali
Sebab hutan tidak bisa diubah. Langit tidak bisa diubah
Tapi kita bisa mengubah cara pandang kita terhadapnya
Lalu memposisikan diri kita di sana
Ciputat, 4 Februari 2021
Ahmad Gaus