Daun-Daun Menulis Kesunyian

Need a help: Dear teman2 bloger dan para pembaca, saya perlu 200 subscriber lagi untuk meng-up novel saya menjadi “novel berbayar”. Proses ini gratis. Caranya mudah, buka saja link ini:  https://share.novelme.id/starShare.html?novelId=22983

Lalu klik + RAK. Bonusnya, saat ini Anda masih dapat membaca novel ini tanpa dikunci alias masih gratis. 🙂 🙂  Terima kasih yo. Salam 

Pembacaan Puisi DOA PENAWAR RINDU oleh Nur Malika Maghfirah – SGU

Puisi “Doa Penawar Rindu” dibacakan oleh Nur Malika Maghfirah, mahasiswi saya di SGU (Swiss German University), Jurusan Communications and Public Relations, semester 5. Video pembacaan puisi ini awalnya merupakan tugas dalam mata kuliah bahasa dan budaya yang saya ampu.  Pemuatannya di sini atas seizin yang bersangkutan…

Selamat menikmati

Ahmad Gaus

 

Teks puisinya di sini -> Doa Penawar Rindu

Teman Abadi Kerinduan

f7259957d7f54c67604ca02f39ed3da3

TEMAN ABADI KERINDUAN

Sekali waktu di tengah hujan
kita bertemu di sebuah persimpangan
bercerita tentang kehidupan
kau bilang, sayap-sayapmu hilang
dicuri kupu-kupu
dalam perjalanan menuju tempat terjauh
dalam hidupmu
sedang perahuku patah dayungnya
saat bertolak ke pulau
yang belum pernah kutempuh
dalam hidupku

Angin laut menyatukan kita
kau ikat rambutmu di layar perahuku
dan kusandarkan perahuku
dalam tidurmu

Ombak begitu lama
mercusuar tidak selalu menyala
tapi masih ada isyarat samar-samar
dari kelepak burung camar

Sayang, di darat pun tak ada peta
sebab perjalanan ini memang buta
itulah kenapa kita berpegangan tangan

Menanam flamboyan di tepi-tepi jalan
menunggu bunganya berguguran seperti bulan
dan menyerah begitu indah
pada penderitaan

Kita tahu di sana ada
keluh-kesah dan harapan
teman abadi kerinduan

 Baca juga: Jalan Terjal