Requiem untuk Kang Jalal

Selamat jalan Kang Jalal, salah satu bintang cendekiawan, putra terbaik bangsa ini. Titip salam untuk Cak Nur, Gus Dur, Mas Tom, Mas Djohan, Mas Dawam, dll yang mungkin sedang menunggumu di Klub Kajian Agama (KKA) atau Majelis Reboan. Kita semua akan menyusulmu…

 

Tragedi Valentine

Kiriman Pembaca

Seseorang yang tinggal di Banjar, Kalimantan Selatan, menyukai puisi-puisiku. Sebagai tanda terima kasih, ia mengirimkan kain ini. Namanya kain Sasirangan, kain khas Banjar. Saya belum pernah memakai kain ini. Jadi hadiah ini sangat berharga. Terima kasih ya, Ratna.

 

Baca Juga:

Istri dan Kekasih, bagai Langit dan Bumi

 

Gadis Kecilku

 

Dari Facebook Gaus Ahmad

Orangtua selalu mendoakan anaknya supaya cepat besar. Tapi begitu anaknya tumbuh besar, orangtua berharap dia kembali menjadi kanak. Ada kerinduan pada masa-masa dia begitu lucu, polos, manja, selalu ingin dilindungi. Ini mungkin sikap ambigu kebanyakan orangtua, termasuk saya.

Hari ini anak saya Echa (Raysa Falsafa Nahla) memasuki usianya yang ke-19. Cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya menggendong-gendong dia sambil melantunkan salawat, menyanyikan lagu Tukang Kayu, Burung Layang-Layang, Pepaya mangga pisang jambu… Dia sangat antusias mengikuti. Tapi kalau saya menyanyikan lagu dangdut, dia pura-pura sibuk sendiri, tidak mau dengar, apalagi kalau lagu Rhoma Irama.

Tiba-tiba sekarang dia sudah kuliah semester dua. Sambil kuliah dia juga bekerja. Hampir setiap hari saya antar-jemput dia. Tapi kalau gajian, uangnya justru dia dikasih ke mamanya. Kan aneh. Ini misteri hidup yang sulit dipecahkan..

Raysa ini anak yang kedua (bungsu). Anak pertama saya, Alifya Kemaya Sadra, malah sudah lulus kuliah, juga sudah bekerja. Kelakuannya sama, kalau gajian uangnya dikasih ke mamanya. Padahal saya yang anter2.

Dengan dua anak yang sudah menjadi gadis, saya pastikan bahwa saya memang sudah tua. Ya sudahlah, terima saja.

Selamat ultah ya Echa, ayah mohonkan doa dari teman-teman di Facebook untuk kebaikanmu. Alfu mabruk..

AYAH IDAMAN

 

Daun-Daun Menulis Kesunyian

Need a help: Dear teman2 bloger dan para pembaca, saya perlu 200 subscriber lagi untuk meng-up novel saya menjadi “novel berbayar” karena saya membutuhkan dananya untuk biaya kuliah anak saya. Maklum penulis, hidupnya dari tulisan-menulis, heee. Bantu ya teman2, caranya mudah kok, buka saja link ini: https://h5.novelme.com/bookinfo/22983  terus klik + RAK. Tenang saja, proses ini Gratis. Terima kasih yo. Salam  🙂 🙂

Istri dan Kekasih, bagai Langit dan Bumi

Need a help: Saya perlu 300 subscriber lagi untuk meng-up novel saya menjadi “novel berbayar” karena saya membutuhkan dananya untuk biaya kuliah anak saya. Maklum penulis, hidupnya dari tulisan-menulis, heee. Bantu ya teman2, caranya mudah kok, buka saja link ini: https://h5.novelme.com/bookinfo/22983  terus klik + RAK. Tenang saja, proses ini Gratis. Terima kasih yo. Salam   🙂 🙂

Sudut Pandang

Tentang Mengubah Sudut Pandang
Sepanjang hari ini (Kamis, 4/02/2021) saya mengikuti rapat kerja (Raker) CSRC-UIN Jakarta, karena saya salah satu peneliti senior CSRC, katanya. 🙂
Sambil mendengarkan paparan dari Buya Azra alias Prof Azyumardi Azra, Dr. Yeni Ratnaningsih, Dr. Chaider S. Bamualim, Idris Hemay (Direktur CSRC), Irfan Abubakar (Dewan Penasihat), saya orat-oret puisi atas pesanan Gus Solah yang memandu acara ini. Maka jadilah puisi ini, yang terinspirasi oleh paparan Bu Yeni tentang “how to change your perspective..” Ini puisinya yang juga sudah saya bacakan di acara tanpa kopi, snack, dan rokok tsb 🙂 :
***
SUDUT PANDANG
– Untuk teman-teman CSRC-UIN Jakarta
Kalau kita ingin mencari sumber kekayaan maka
kita harus membuka hutan
Tapi kalau kita pergi sendirian kita akan diterkam
harimau, sang penguasa hutan
Kita akan mati konyol
Tidak ada yang bisa menyelamatkan kita
Kalau kita ingin terlihat oleh yang lain
maka kita harus terbang ke langit tinggi
Tapi di sana pun ada rajawali
Kita akan mati dimangsa si penguasa langit itu
Kita bisa selamat dari terkaman harimau
kalau kita pergi ke hutan bersama kawanan gajah
Tapi, dengan begitu, kita akan menjadi gajah
Kita bisa selamat dari cengkraman rajawali
kalau kita bergabung bersama kawanan burung walet.
Tapi ingat, kita pun akan menjadi burung walet
Lalu bagaimana supaya kita tidak menjadi salah satu
dari gajah, atau salah satu dari burung walet?
Kalau kita pergi ke hutan kita harus menjadi harimau
Kalau kita terbang ke langit kita harus menjadi rajawali
Sebab hutan tidak bisa diubah. Langit tidak bisa diubah
Tapi kita bisa mengubah cara pandang kita terhadapnya
Lalu memposisikan diri kita di sana
Ciputat, 4 Februari 2021
Ahmad Gaus