Cerita Cinta

Selamat ulang tahun untuk sahabat saya, Elza Peldi Taher , pemilik Futsal Camp terbesar di Tangsel. Sekaligus juga selamat ultah pernikahan untuk kalian berdua, Maya dan Elza. Semoga bahagia terus sampai akhir masa.

Ketegaran Seorang Perempuan

Dia cantik, dia pintar, karirnya sukses, kini staf ahli Menteri Keuangan, usia 50-an, tapi sampai sekarang masih memilih hidup melajang. Selamat ulang tahun, sahabat hatiku, Indah Pertiwi Nataprawira.

 

Lam Sinar Buleun

 

Bang Fachry, Mentor Intelektual

Selamat ulang tahun untuk mentor kita, bang Fachry Ali. Beliau adalah tokoh sentral kebangkitan intelektualisme Islam sejak empat dasawarsa terakhir. Karya-karyanya telah saya (kita) baca sejak masa SMA.

Tulisannya dalam bentuk buku maupun kolom di media massa menjadi semacam peta untuk memahami isu-isu keislaman yang muncul pada masa itu.

Bang Fachry termasuk generasi pertama di lingkungan intelektual Ciputat (IAIN/UIN) yang membangun tradisi menulis di media massa.
Alur pikirnya sistematis, gaya bahasanya lugas, selera humornya menyerupai Gus Dur. Kebetulan ia sangat dekat dengan Gus Dur, selain dengan Cak Nur tentu saja, yang merupakan seniornya di HMI. Kalau tidak salah Gus Dur pernah menyebut Fachry Ali sebagai NU cabang HMI.

Di kalangan pembaca intelektual, nama Fachry Ali disebut dengan penuh kekaguman. Banyak mahasiswa, termasuk saya saat itu, rela membobok celengan sendiri (artinya bukan celengan teman) demi membeli koran atau majalah kalau di sana ada tulisan Fachry Ali.

Sebagai tanda persahabatan dan terima kasih telah menemani masa remaja saya dengan bacaan-bacaan bergizi, saya buatkan sebuah puisi sekaligus sebagai kado ultah. Semoga berkenan. Sekali lagi selamat ulang tahun, bang Fachry, semoga panjang umur, sehat selalu, dan terus menebar manfaat bagi banyak orang. 🙏

 

 

Filsuf Sejati

Puisi Ulang Tahun Alifya K Sadra

ALIFYA

Kemarin lusa, 29 Mei 2021, anak pertama saya, Alifya Kemaya Sadra tepat berumur 22 tahun. Teman-temannya merayakan secara sederhana di rumah sambil menikmati bakso buatan mama Alif yang terkenal paling uenaak se-Tangsel 🙂

Sebagai ayah teladan dan idaman, saya menulis puisi dan membacakannya di depan teman-teman Alif, dan sempat divideokan oleh anak saya yang kedua, Raysa Falsafa Nahla. Di twiter saya video itu saya posting dan menanyakan siapa ayah yang menulis puisi untuk anak gadisnya yang  berulang tahun dan membacakannya, kalau tidak ada berarti saya ayah yang langka, heheee..

Gadis Kecilku

 

Dari Facebook Gaus Ahmad

Orangtua selalu mendoakan anaknya supaya cepat besar. Tapi begitu anaknya tumbuh besar, orangtua berharap dia kembali menjadi kanak. Ada kerinduan pada masa-masa dia begitu lucu, polos, manja, selalu ingin dilindungi. Ini mungkin sikap ambigu kebanyakan orangtua, termasuk saya.

Hari ini anak saya Echa (Raysa Falsafa Nahla) memasuki usianya yang ke-19. Cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya menggendong-gendong dia sambil melantunkan salawat, menyanyikan lagu Tukang Kayu, Burung Layang-Layang, Pepaya mangga pisang jambu… Dia sangat antusias mengikuti. Tapi kalau saya menyanyikan lagu dangdut, dia pura-pura sibuk sendiri, tidak mau dengar, apalagi kalau lagu Rhoma Irama.

Tiba-tiba sekarang dia sudah kuliah semester dua. Sambil kuliah dia juga bekerja. Hampir setiap hari saya antar-jemput dia. Tapi kalau gajian, uangnya justru dia dikasih ke mamanya. Kan aneh. Ini misteri hidup yang sulit dipecahkan..

Raysa ini anak yang kedua (bungsu). Anak pertama saya, Alifya Kemaya Sadra, malah sudah lulus kuliah, juga sudah bekerja. Kelakuannya sama, kalau gajian uangnya dikasih ke mamanya. Padahal saya yang anter2.

Dengan dua anak yang sudah menjadi gadis, saya pastikan bahwa saya memang sudah tua. Ya sudahlah, terima saja.

Selamat ultah ya Echa, ayah mohonkan doa dari teman-teman di Facebook untuk kebaikanmu. Alfu mabruk..

AYAH IDAMAN

 

Puisi untuk Nia

Cinta Segitiga Berakhir Bahagia

 

 

 

Are You Bicycling, Brother Jon?

Happy birthday brother Jon. Wish you all the best.

[ahmadgaus]

 

Jalan Berbelok Ke Baitullah: Untuk Ulil Abshar Abdalla

Gus Ulil Ultah

Selamat ulang tahun untuk sahabatku, Ulil Abshar Abdalla. Setelah Cak Nur dan Gus Dur, dialah yang berani melawan otoritarianisme pemikiran agama. Sebagaimana kedua pendahulunya tersebut, Ulil menolak penafsiran tunggal atas teks-teks agama. Segala kemungkinan tafsir ia beberkan dengan disiplin keilmuan pesantren yang dikuasainya.

Hasilnya ialah: Islam menjadi agama yang terbuka. Tidak ada, dan memang tidak boleh ada, monopoli atas tafsir agama. Ijtihad yang ditempuh Ulil membuka jalan bagi banyak orang untuk mendekati Islam dari berbagai sisinya. Bahkan mereka yang semula jauh dari ajaran agama, termasuk pada pemabuk, pembangkang, dan para pendosa lainnya, merasa nyaman dengan jenis Islam yang diperkenalkan oleh Ulil. Mereka merasa diterima, dan diberi akses kepada Tuhan melalui pintu mereka sendiri.

Ini tentu berbeda dengan pemahaman mainstream yang menempatkan agama semata-mata sebagai urusan surga-neraka, halal-haram, dan sejenis itu. Atas ijtihadnya itu, Ulil dikagumi dan diikuti oleh banyak orang, tapi juga dibenci oleh yang lainnya. Ia pernah difatwa “halal darahnya” oleh Forum Ulama Umat Islam (FUUI).

Namun pikiran-pikiran Ulil terus bergulir dan mendapatkan tempat tersendiri di benak kaum Muslim, khususnya anak-anak muda yang tengah mencari Islam yang berbeda dengan “Islam mainstream” yang bagi mereka sudah terlalu kolot untuk bisa menjawab kebutuhan masa kini.

Sekali lagi, selamat ultah Gus Ulil.  Sebuah puisi khusus saya buatkan untuk Anda di hari yang istimewa ini.

Salam,

Ahmad Gaus

 

 

 

 

 

Burung Rajawali: Kado Ultah untuk Denny JA

Denny JA adalah pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan konsultan politik. Ia telah berjasa mengantarkan ratusan orang menjadi kepala daerah (gubernur, walikota/bupati), dan menjadi arsitek kemenangan SBY dan Jokowi sebagai presiden masing-masing dua periode. Ia telah memperoleh banyak penghargaan untuk aktivitasnya di dunia survei opini publik dan konsultan politik. Selamat ulang tahun, brader.

VISCA BARCA: Kado Ultah untuk Elza

VISCA BARCA
Kado Ultah untuk Elza
 
Hidup adalah permainan sepak bola yang tak henti menghadirkan kompetisi
Setiap saat kita disodorkan daftar lawan yang harus dikalahkan
Setiap saat kita bergerak, mengikuti irama permainan
Atau menciptakan irama permainan
Menyuguhkan tontonan yang lebih asik dari film paling hebat sekalipun
Yang ujungnya sudah ditentukan oleh sutradara
Sepak bola melahirkan para pahlawan layaknya medan perang
Juga para pendukung fanatik lintas suku, gender, agama, dan negara
Dan mereka akan loyal sampai mati
Hidup adalah permainan sepak bola dimana kita harus berjuang mati-matian
Namun kadang harus puas dengan hasil akhir 0-0
Selamat ultah, Buya Elza
Kehormatan adalah kesetiaan pada apa yang kita cintai
Sekali Barca tetap Barca 🙂
Visca Barca !!
 
Ciputat, 18 Nopember 2020
Ahmad Gaus