Muazin Bangsa: Puisi untuk Buya Syafii Maarif

BUYA SYAFII MAARIF
ManusiaTerbaik Kiriman Tuhan
Duka cita mendalam atas wafatnya Buya Syafii (Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif) hari ini, 27 Mei 2022. Beliau almarhum adalah salah satu manusia terbaik yang dikirim oleh Tuhan untuk bangsa Indonesia. Beliau pemikir idealis. cendekiawan besar, pelaku hidup zuhud, dan muadzin bangsa..
MUAZIN BANGSA
— Untuk Buya Syafii Maarif
Suara azan yang meluncur dari bibirmu
Terdengar setiap saat
Mengingatkan orang-orang bahwa seluruh hidup adalah salat
Maka setiap orang dalam setiap aktivitasnya harus selalu menghadap kepada Tuhan
Seakan dia sedang menunaikan salat
Karena dia harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya di hadapan Tuhan
Takbir yang kau kumandangkan, Buya
Lebih keras dari suaramu yang ringkih
Bergumul dengan teriakan-teriakan takbir di jalan raya
Yang terlontar dari mulut para oportunis politik yang berkolaborasi dengan para penjual agama
Takbirmu, Buya, merendahkan diri di hadapan Yang Maha Kuasa
Menyebarkan kedamaian dan rasa aman pada semua orang
Sedangkan takbir mereka menyuarakan kesombongan, menebarkan ketakutan.
Takbirmu, Buya, sebuah pengakuan bahwa tidak ada yang berhak merasa besar
Sebab kebesaran hanya milik Tuhan Yang Maha Besar
Sedangkan takbir mereka, meringkus kebenaran menjadi milik mereka sendiri
Merampas kebesaran Tuhan ke tangan mereka sendiri.
Buya, Buya, tubuhmu renta, tapi jiwamu selalu muda, dan menyala-nyala
Membakar tempat tidur anak-anak muda
Hingga mereka berlompatan dari mimpi
Bangkit dan lemparkan selimutmu
Bangsa ini tidak sedang baik-baik saja
Korupsi, diskriminasi, intoleransi, masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa ini
Aku selalu ingat pesanmu, Buya, jadilah generasi yang lebih baik dari generasi kami
Terima kasih, Buya
Terima kasih atas keteladanan yang engkau wariskan
Sikap yang lurus, kesederhanaan, dan keberanian
Selamat jalan, Buya. Selamat berjumpa dengan Tuhan Yang Mahakasih yang selalu engkau rindukan.
Ciputat, 27 Mei 2022
Wassalam
Ahmad Gaus

Beragama itu Bergembira

Guys, saya dipodcast oleh Maarif Institute untuk bicara mengenai agama dan ekspresi kegembiraan. Simak videonya di sini ya. Saya juga membaca puisi karya saya sendiri tentang sosok yang saya kagumi, Buya Ahmad Syafii Maarif, seorang Guru Bangsa yang tersisa.
Sebelum membaca puisi, saya dan pembawa acara Mohammad Shofan
berbincang seputar tema di atas. Beragama harus rileks, itu saja sih pesan perbicangan dengan bung Shofan ini. Sebab kalau terlalu serius nanti tersinggungan, baperan, disenggol sedikit marah, patung orang dirusak, sajen orang ditendang, musik diharamkan, dll perilaku yang bikin hayati lelah dan akhirnya minggat dari rumah. 😁😁
Karena beragama itu kegembiraan, maka para sufi menari, para pujangga bersyair, anak-anak santri bernyanyi dan berselawat, saya dan bung Shofan berduet membawakan lagu-lagu Rhoma Irama.. “Dang mari berdendang kita berdendang.. gembira ria, gembira riaaa..”
Terima kasih sudah mau menyimak, jangan lupa like dan comment ya.
Salam
Ahmad Gaus