ELEGI BULAN APRIL [Catatan kelam wabah Corona]

  Elegi Bulan April (Catatan kelam wabah Corona)   Ahmad Gaus   Kuantar Maret ke pintu gerbang dengan tubuh menggigil Seperti melepas seekor burung merpati yang sakit pilek Hujan terakhir telah kucatat pada petang hari yang muram Pemakaman sepi dari orang-orang yang kehilangan keluarga, kekasih, dan sahabat mereka Tanah-tanah bercerita, kematian karena wabah penyakit begituContinue reading “ELEGI BULAN APRIL [Catatan kelam wabah Corona]”

BENARKAH CINTA ITU ADA?

Benarkah Cinta itu Ada? Is the love I gave her in the past Gonna be enough to last. (Ronan Keating, If Tomorrow Never Comes)   Bumi bertanya kepada langit, ‘benarkah ada cinta di antara kita?’ Beribu tahun lamanya langit tidak menjawab Namun terus mengirimkan airmata Agar kehidupan di bumi tetap ada Kalau cinta ada diContinue reading “BENARKAH CINTA ITU ADA?”

Tangsel Spring

TANGSEL SPRING Kawan Pintu gerbang selatan telah dibuka Matahari telah menunggu lama untuk menyematkan bunga Pada rambut gadis-gadis jelita Pada celak mata para pemuda yang tertimbun lumpur peradaban kota Di kafe-kafe pinggir jalan Kita biasa berbagi masa depan dalam secangkir kopi hitam Setiap impian selalu kandas sebelum azan magrib berkumandang Lampu-lampu jalan bisa kau pindahkanContinue reading “Tangsel Spring”

SEBUAH KAMAR

SEBUAH KAMAR Akhirnya kau pergi juga kulipat daun pintu dan diam-diam kumasukkan ke dalam tasmu suatu hari nanti kau akan teringat sebuah kamar di kepalaku yang pintunya selalu terbuka — menghadap ke laut tempat kau biasa berbaring seperti turis asing sambil menikmati suara ombak burung-burung camar menarik-narik rambutmu hingga kau tertidur dan bermimpi sedang beradaContinue reading “SEBUAH KAMAR”

KAMU DAN BUKU

Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2019 KAMU DAN BUKU Aku mencintai kamu seperti aku mencintai buku Karena itu caraku membaca kamu tidak jauh berbeda dengan caraku membaca buku Menelusuri baris demi baris, halaman demi halaman Kalau sampai ada yang terlewat, akan banyak kehilangan. Buku adalah jendela dunia, begitu juga kamu Melalui buku aku bisaContinue reading “KAMU DAN BUKU”

Tuhan Tidak Bermain Dadu

  TUHAN TIDAK BERMAIN DADU Tuhan ada di antara anak-anak yang berkumpul untuk bermain kelereng Mula-mula, Dia membantu mereka menarik garis batas pelemparan dengan cermat Lalu memastikan kelereng-kelereng yang akan dibidik berada di titik gravitasi agar tidak tergelincir ke lubang hitam Atau berbenturan dengan planet-planet lain di jagat raya. Ketika aturan sudah dibuat, Dia tinggalkanContinue reading “Tuhan Tidak Bermain Dadu”

Ideologi dan Utopia

  IDEOLOGI DAN UTOPIA Setiap lelaki hidup dengan mimpi yang jatuh dari sebatang pohon. Mereka mengira itulah cinta paling agung yang disemaikan oleh semesta dan tumbuh di tubuh perempuan — dimana sungai-sungai mengalir deras, bukit-bukit berbaris, dan lahan perkebunan terbentang luas Dunia adalah mimpi para lelaki dengan perempuan yang hanya terlihat bulu matanya di hutanContinue reading “Ideologi dan Utopia”

Elegi untuk Ibu Omi

  ELEGI UNTUK IBU OMI *)   Suatu hari nanti kita akan sendiri Duduk di sisi jendela Di tepi pagi yang sunyi Memandangi bunga-bunga di taman Tumbuh, merekah, kemudian layu dan jatuh ke bumi Menikmati kicau burung-burung di halaman Sebelum mereka terbang satu persatu menuju cakrawala Seperti itu pula orang-orang yang kita cintai Keluarga, sahabat,Continue reading “Elegi untuk Ibu Omi”

Sarah Mae

  SARAH MAE Sarah Mae sudah pergi dari rumah ini sejak kemarin lusa. Ia hanya berpamitan pada daun pintu yang selalu terbuka — walaupun tidak pernah tahu siapa yang ditunggu; dan pada seekor burung piaran yang tidak berhenti bernyanyi karena selalu kesepian. Tidak ada yang tahu mengapa Sarah pergi, dan ke mana. Jejak kakinya punContinue reading “Sarah Mae”

MATA IBU

Mata Ibu Dari apakah Tuhan menciptakan mata ibu Begitu luas hingga mampu menampung isi semesta Tempat matahari beredar Dan bulan yang selalu purnama Bintang-bintang bertaburan di sana Di dalam mata ibu ada lautan Tempat aku berlayar menuju pulau tujuan Kota-kota yang pernah aku kunjungi Ada di dalamnya Setiapkali kutatap mata ibu Aku menemukan potret dirikuContinue reading “MATA IBU”

Puisi Sufistik: “Meninggalkan Tubuh”

    Pembacaan Puisi oleh Ira Diana (penyair, novelis) MENINGGALKAN TUBUH   — puisi ahmad gaus Aku berjalan ke timur Bertanya pada semua yang kutemui Benarkah jalan yang kutuju            untuk mencari diriku Semua membisu, tidak  ada yang tahu Dalam terang cahaya, aku seperti buta Dalam terik siang, yang kutemukan                       hanya bayang-bayang Aku berjalanContinue reading “Puisi Sufistik: “Meninggalkan Tubuh””

Hujan Bulan Desember

  HUJAN BULAN DESEMBER Kalau tidak ada aral melintang, nanti sore aku akan menemuimuUntuk menyatakan cintaBukankah kau telah menunggu masa ituDalam kesunyian ratusan tahun bunga mawarMaka berdirilah di pintu masa kanak-kanakmuSambut aku dengan mata coklatmuAtau tikam aku dengan nyanyian masa laluYang kau tirukan dari suara burung hantu Masa lalu berjalan seperti awan yang bersembunyi diContinue reading “Hujan Bulan Desember”