Kopi Kenangan

MANTAN DAN KENANGAN

Buat kamu yang sedang duduk menghadap jendela, yang membayangkan mantan menjelma di depan mata secara tiba-tiba, berhati-hatilah karena kamu sudah berada di atas menara halusinasi paling tinggi.

Kalau saya ada di situ saya akan beri kamu tangga supaya kamu bisa turun dengan perlahan dan hari-hati. Sebab kalau tidak, kamu akan terpeleset dan jatuh. Apalagi kalau melompat dari menara halusinasi itu. Kamu bisa mati konyol. Hanya gara-gara mantan.

Memang gampang-gampang susah melupakan mantan. Karena konon mantan itu seperti file di komputer yang walaupun sudah dihapus tapi sebenarnya masih ada di recycle bin. Atau seperti virus di flashdisk yang dihapus berkali-kali tapi datang lagi, muncul lagi. Jadi harus sering-sering dibersihkan.

Teman saya cerita, dia putus dengan pacarnya lalu nyambung lagi, terus putus lagi, nyambung lagi dan putus lagi. Begitu saja beberapa kali sampai akhirnya pacarnya menikah dengan orang lain. Capek juga kali ya, nggak ada kepastian soalnya.

Akhirnya dia menyimpulkan bahwa; “Mantan itu seperti benang yang putus. Bisa sih disatukan lagi tapi tidak akan sempurna, dan pasti meninggalkan bekas. Mantan mengajarkan kita arti kesabaran, keikhlasan, dan sekaligus kegoblokan karena kita harus membuang banyak waktu dalam hidup yang singkat ini untuk menjaga jodoh orang lain.” Rasain. 🙂

Jadi ingat ya, boleh ingat mantan tapi sekadarnya saja. Simpan mantan di recycle bin sebagai kenangan.

Salam kenangan

Ahmad Gaus

Follow my IG: @gauspoem

Puncak Tertinggi Ramadan

Puisi ini dibacakan oleh: Shahnaz Haque pada acara Halal Bihalal Cak Nurian Urban Sufism, Minggu 16 Mei 2021. Sayang saya belum mendapatkan rekaman audionya jadi belum bisa ditampilkan. Versi podcast akan dibuat menyusul ya 🙂

PUNCAK TERTINGGI RAMADAN

DARI Ramadan ke Ramadan, apa yang kita dapatkan

Selain berkurangnya umur dan bertambahnya usia

Ramadan hanya lewat di depan rumah seperti pedagang keliling

Kita membeli barang atau makanan yang dibutuhkan

Lalu membiarkan pedagang itu pergi

Tidak peduli kapan dia akan datang lagi

Besok, lusa, bulan depan, masa bodoh

SEMENTARA itu ada orang yang merasa sedih berpisah dengan bulan Ramadan

Kepergiannya ditangisi, kadang dengan emosi yang berlebihan

Agar semua orang tahu bahwa dia pencinta sejati bulan Ramadan

Dia meratap pilu karena harus menunggu Ramadan satu tahun lagi

Lama sekali

PADAHAL, Ramadan adalah waktu metafisik

Waktu yang tidak berdetak pada jam dinding

Waktu yang tidak bergantung pada kalender

Melainkan waktu yang berada di puncak kesadaran ruhaniyah

BAGI orang-orang yang sudah sampai ke puncak tertinggi Ramadan, setiap saat adalah Ramadan

Setiap malam adalah Lailatul Qadar

Dan setiap hari adalah Hari Raya

DI PUNCAK tertinggi Ramadan, seperti halnya di puncak gunung, semua terlihat indah

Karena dipandang dengan jiwa yang indah, yang berada di puncak ketinggian ruhani

Jiwa yang memancarkan cahaya kasih Tuhan ke segenap penjuru

TAPI, untuk sampai ke puncak itu tidaklah mudah, seperti halnya mendaki gunung

Wamaa adraaka mal ‘aqabah, Tahukah engkau apa itu jalan mendaki yang sulit

Fakku raqabah, yaitu melepaskan semua belenggu ragawiyah

Suatu pendakian menuju perjumpaan dengan Tuhan di atas gunung ruhani

ITULAH puncak tertinggi Ramadan dalam kehidupan sehari-hari

Di mana tidak ada lagi pertentangan antara ketuhanan dan kemanusiaan

Ketuhanan berarti kemanusiaan

Kemanusiaan berarti ketuhanan

Di puncak tertinggi Ramadan, manusia adalah umat yang satu, ummatan wahidah

Di antara mereka tidak ada batas, seperti langit yang terbuka tiada bertepi

DI PUNCAK tertinggi Ramadan kita telah melampaui al-‘aqabah, jalan mendaki yang sulit, untuk ber-fakku raqabah

Yaitu, melepaskan diri dari belenggu pandangan sempit dan sektarian

Yang membeda-bedakan manusia berdasarkan harta dan jabatan

Yang memilah-milah manusia berdasarkan suku dan keturunan

Yang memisah-misahkan manusia menjadi Hindu, Buddha, Yahudi, Kristen, Konghucu, Islam, dan lainnya

DI PUNCAK tertinggi Ramadan, umat manusia adalah satu, ummatan wahidah

Sebab mereka adalah penampakan wujud Tuhan yang Tunggal di muka bumi.

Terima kasih

Ahmad Gaus

Follow my IG: @gauspoem

March Poem

Selamat jalan Maret 2021

Mau menulis biografi bersama saya?

Baca di sini: Menulis Biografi

Selamat Hari Puisi Sedunia

Selamat Hari Puisi Sedunia
21 Maret 2021
Ada orang yang bilang: Cinta itu indah walaupun tanpa kata-kata indah. Menurut saya, cinta akan lebih indah dengan kata-kata indah (puisi). Saya yakin anda setuju dengan pendapat saya.
Ada juga yang bilang bahwa: “Sebait puisi yang dihadiahkan untuk sang kekasih lebih bernilai daripada segenggam emas.” Kalau yang ini mungkin hanya laki-laki yang setuju. 😄😆

Rumi dan Burung Nuri

Ada juga yang bacakan puisi ini di Youtube:

If you like this poem please share, thanks

January Poem

Read another poem:

December Poem

Makrifat Cinta

Read another poem: 

CINTA DAN PERNIKAHAN

Puisi untuk Nia

Cinta Segitiga Berakhir Bahagia

 

 

 

Hujan Kepagian

 

Read another poem:

Datang dan Pergi

Are You Bicycling, Brother Jon?

Happy birthday brother Jon. Wish you all the best.

[ahmadgaus]

 

Siklus Kehidupan

Ya Habibal Qolbi