Categories
Puisi

Doa Penawar Rindu

e430c45c2a5452be915413e0638dd9ef

DOA PENAWAR RINDU

Tuhan, jika kerinduanku pada kekasih
melebihi kerinduanku kepada-Mu
ampuni aku!
Sebab, aku bukan penguasa atas apapun
yang terbersit di hatiku
melainkan Engkau.
Dan jika kecintaanku pada kekasih
melebihi kecintaanku kepada-Mu
maafkan aku!
Sebab, aku juga bukan penguasa atas setiap rasa
yang berdenyut di jantungku
melainkan Engkau.

Dalam zikir-zikir yang kulantunkan
untuk memuji nama-Mu
tanpa sadar kusebut pula namanya.
Jangan murkai aku, Tuhan, jika itu keliru!
Sebab, tak mungkin dapat kugerakkan lidahku
melainkan atas izin-Mu juga.
Dan dalam sujud-sujud malamku
untuk mengagungkan-Mu
kuagungkan pula namanya di hatiku.
Jangan kutuk aku, Tuhan
walaupun mungkin menurut-Mu itu perlu!

Dari Engkaulah rindu dan cinta berhulu
kepada Engkau pula kelak akan bermuara
aku hanya pendayung waktu
rindu dan cinta kupinta selautan rahmat-Mu
untuk kekasih yang menunggu di ujung senjaku.
Maka jadikanlah cinta ini sebagai amal saleh
yang akan kujalani selama hidupku
dan rindu ini sebagai ibadah
yang akan kuamalkan sepanjang hayatku.

Gedung Film, Maret 2016

Baca juga: HATI

Categories
Puisi

[Puisi] Jangan Lockdown Cintamu

warga-beraktivitas-menggunakan-masker-di-kawasan-bundaran-hi

JANGAN LOCKDOWN CINTAMU

Karena Corona kau menjaga jarak
denganku
Bukan satu meter, tapi berpuluh-puluh
kilometer
Karena Corona kau bermuram durja
Padahal biasanya engkau selalu penuh
tawa
Karena Corona kau tak mau lagi
kucumbu
Padahal engkau penuh hasrat
menggebu
Aku memahami bahasa cintamu,
walau lebih halus dari virus Corona
Bersabarlah cintaku, sampai Corona
berlalu
Biar saja pemerintah me-lockdown
kota
Asal jangan kau lockdown cintamu

Ciputat 27 Maret ’20

Categories
Puisi

BENARKAH CINTA ITU ADA?

beaach

Benarkah Cinta itu Ada?

Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last.
(Ronan Keating, If Tomorrow Never Comes)

Bumi bertanya kepada langit, ‘benarkah ada cinta di antara kita?’
Beribu tahun lamanya langit tidak menjawab
Namun terus mengirimkan airmata
Agar kehidupan di bumi tetap ada

Kalau cinta ada di bibir cakrawala
Aku akan melumatnya hingga berdarah
Agar senja menetes indah
Di tubuh kita

Kalau cinta ada di mata purnama
Aku akan memeras selaputnya yang indah
Agar pagi meneteskan darah
Di jiwa kita

Bahkan seandainya esok hari tak pernah tiba
Dan cinta di dunia ini ternyata tidak pernah ada
Aku tetap ingin bersama

–ahmadgaus

Baca juga:  Lukisan Flamboyan

 

 

Categories
Puisi

KAMU DAN BUKU

Selamat Hari Buku Nasional

 

7db004b68cf48ed66353bde533b8cc5f

KAMU DAN BUKU

Aku mencintai kamu seperti aku mencintai buku
Karena itu caraku membaca kamu tidak jauh berbeda dengan caraku membaca buku
Menelusuri baris demi baris, halaman demi halaman
Kalau sampai ada yang terlewat, akan banyak kehilangan.

Buku adalah jendela dunia, begitu juga kamu
Melalui buku aku bisa keliling ke berbagai negeri dengan hanya duduk di perpustakaan
Melalui kamu aku juga bisa mengenal seluruh perempuan di muka bumi tanpa harus mencumbui mereka satu persatu
Sebab waktuku tidak akan cukup.

Sebagaimana buku memuat banyak bab, begitu pula kamu
Setiap bab merupakan penjelasan dari bab yang lain
Karena itu penting membaca buku dari pengantarnya supaya tidak bingung atau kehilangan konteks
Itu pernah kualami, saat membacamu langsung dari bab kesimpulan
Akhirnya aku tidak mengerti apapun tentang kamu
Tapi itu salah kamu juga, sih
Tidak menyediakan daftar isi atau indeks tentang dirimu
Sehingga aku sering terjebak pada bab yang tidak kusukai, seperti bab marah, bab cemburu, dan semacamnya.

Belakangan aku sedih karena buku kalah bersaing dengan media sosial
Orang-orang lebih suka update status daripada membaca buku
Era orang mencari pengetahuan melalui buku tampaknya sudah lewat
Kini media sosial menawarkan sesuatu yang lebih memuaskan hasrat agresi manusia, yaitu hoaks

Teknologi digital juga telah membuat buku terdesak ke pinggiran
Banyak penerbit sudah gulung tikar
Lama kelamaan mungkin buku akan hilang dari muka bumi, entahlah

Tapi itu hanya kesedihanku belaka
Kamu mungkin malah senang karena kehilangan saingan beratmu, yaitu buku-buku yang sering ada di bawah bantalku.

Gedung Film, 17 Mei 2019
Ahmad Gaus
Baca juga: Jalan Terjal

Categories
Puisi

[Poem] December Rain

 

DECEMBER RAIN

IF nothing gets in the way, this afternoon I will see you

To express love

Did not you have been waiting for that time

In the silence of hundreds of years of roses

Then stand at the door of your childhood

Greet me with your brown eyes

Or stab me with songs from the past

What you imitate from the sound of an owl

THE PAST runs like clouds hiding in the twigs of the night

Once upon a time it slipped under your dress and made me jealous

Waving softly like a drizzling sound in the afternoon wind

But suddenly you cry when the drizzle incarnates

Heavy rain that tore your hair

DECEMBER is indeed not the right time to express love

Because this month’s wind is too strong

Fly the roof of the building and knock down the angsana tree

What’s more just a rose in my hand

One beat at a time my love can be broken into pieces

I REALLY should be patient waiting for June

When the rain drops so slowly and poignantly

As described in the June Rain poem by poet Sapardi Djoko Damono

Longing is left to be a secret of nature that is never spoken

Longing is so wise, so wise

BUT  I won’t be as patient as June’s rain

Even secretly I hope it rains more heavily than usual

So there is a reason for not expressing love

All I’m waiting for is the right time

To slip love in your childhood hair ribbon

So that you stay immortal in time.

(IG: ahmadgaus68)

 

 

HUJAN BULAN DESEMBER

Kalau tidak ada aral melintang, nanti sore aku akan menemuimu
Untuk menyatakan cinta
Bukankah kau telah menunggu masa itu
Dalam kesunyian ratusan tahun bunga mawar
Maka berdirilah di pintu masa kanak-kanakmu
Sambut aku dengan mata coklatmu
Atau tikam aku dengan nyanyian masa lalu
Yang kau tirukan dari suara burung hantu

Masa lalu berjalan seperti awan yang bersembunyi di ranting malam
Sekali waktu menyusup ke balik gaunmu dan membuat aku cemburu
Mengalun lirih seperti suara gerimis diterpa angin petang
Tapi tiba-tiba engkau menangis ketika gerimis menjelma 
Hujan lebat yang mengoyak-ngoyak rambutmu

Bulan Desember memang bukan saat yang tepat untuk menyatakan cinta
Sebab angin bulan ini terlalu kencang
Menerbangkan atap gedung dan merobohkan pohon angsana
Apatah lagi cuma sekuntum bunga mawar di tanganku
Sekali hentak saja cintaku bisa hancur berkeping-keping

Harusnya memang aku bersabar menunggu bulan Juni 
Ketika rintik hujan turun begitu pelan dan pedih
Seperti dilukiskan dalam puisi Hujan Bulan Juni oleh penyair Sapardi Djoko Damono
Kerinduan dibiarkan menjadi rahasia alam yang tak pernah terucapkan
Kerinduan begitu arif, begitu bijak

Tapi aku tidak akan setabah hujan bulan Juni
Bahkan diam-diam aku berharap hujan turun lebih deras dari biasanya
Supaya ada alasan untuk tidak menyatakan cinta
Yang kutunggu hanyalah waktu yang tepat
Untuk menyelipkan cinta pada pita rambut kanak-kanakmu
Agar dengan begitu engkau tetap abadi dalam waktu.

Jakarta, 13/12/2018
IG: ahmadgaus68 — di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Categories
Puisi

CINTA DAN PERNIKAHAN

IMG-20200422-WA0019
Resepsi Pernikahan rekan kerja saya, Yuan dan Pri, di GOR Sunter, Jakarta Utara, pada tanggal 22 Oktober 2016

 

Cinta dan Pernikahan

Puisi Ahmad Gaus

CINTA itu satu tapi banyak

ia menyatu tapi berserak

seperti ribuan gerimis di senja hari

yang diserap warna pelangi.

BETAPA bahagia sepasang kekasih

disatukan dalam ikatan cinta

lebih bahagia jika mereka mampu

melepaskan ikatan-ikatan itu

dan merajutnya menjadi sayap-sayap merpati

yang membawa mereka terbang bersama

ke langit tinggi.

CINTA itu melepaskan, bukan membelenggu

jika engkau mencintai kekasihmu

jangan meminta dia bersimpuh di kakimu

pinanglah kekasihmu sebagaimana engkau

meminang impianmu

yang kau lukis menjadi kupu-kupu

bermata salju, bersayap langit biru.

SEPASANG kekasih menabur cinta sepanjang jalan

permadaninya ayat-ayat Tuhan

istananya surga di ketinggian

karena cinta itu setinggi-tinggi kebenaran

bila perjalanan telah sampai di pintu kematian

setiap kekasih akan dimintai pertanggungjawaban.

PERNIKAHAN adalah kebersamaan yang berjarak

biarkan ia seperti itu

supaya engkau tetap memiliki dirimu

dan kekasihmu tidak kehilangan dirinya.

JANGAN menghidangkan seluruh cintamu di meja makan

sebab semua akan dilahap habis lalu dilupakan

yang harus kau berikan cinta itu

bukan hanya mulut kekasihmu

tapi juga matanya, telinganya, jiwanya, pikirannya, hatinya

sampai dia tidak memintanya lagi

sampai engkau tidak perlu memberinya lagi

sebab dia tahu bahwa hidupmu adalah cinta itu sendiri

dan cinta adalah hidupmu itu sendiri.

SAHABATKU, hidup ini hanya milik mereka

yang tekun menanam dan merawat cinta

tanpa cinta, surga tidak ada yang punya

maka cintailah dirimu, cintailah kekasihmu

cintailah kebersamaan dan kepedihannya

cintailah pernikahan dan penderitaannya

cintailah cinta dan lika-liku perjalanannya

di situlah engkau akan menemukan

Cinta-mu yang sebenarnya.

~~~

Gedung Film, 19 Oktober 2016

ahmad gaus af

[Puisi ini dibacakan pada acara resepsi pernikahan Yuan dan Pri, rekan kerja saya di Lembaga Sensor Film/LSF, pada 22 Oktober 2016 — GOR Sunter, Jakarta Utara].

 

Mungkin anda akan tertarik membaca ini:

↓↓

Novela horor-komedi: Laura & Burung Hantu