MATA IBU

Mata Ibu Dari apakah Tuhan menciptakan mata ibu Begitu luas hingga mampu menampung isi semesta Tempat matahari beredar Dan bulan yang selalu purnama Bintang-bintang bertaburan di sana Di dalam mata ibu ada lautan Tempat aku berlayar menuju pulau tujuan Kota-kota yang pernah aku kunjungi Ada di dalamnya Setiapkali kutatap mata ibu Aku menemukan potret dirikuContinue reading “MATA IBU”

Lomba Menulis Puisi Natal

UNTUK ANDA YANG MENYUKAI PUISI, saya punya tawaran menarik:  Tulislah sebuah puisi yang berhubungan dengan Natal. Hadiahnya sudah saya siapkan tiga buku puisi saya yang berjudul SENJA DI JAKARTA untuk tiga penulis puisi terbaik (masing-masing satu ya, hehe). Buku ini terbit tahun 2017, sudah diluncurkan di Singapura (November 2017) dan didiskusikan di Malaysia (Desember 2017).Continue reading “Lomba Menulis Puisi Natal”

Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia

Makhluk-makhluk itu muncul begitu saja dari bongkahan batu menjelma burung-burung yang lapar terbang mengelilingi kota mencari sisa-sisa makanan dan bangkai untuk memenuhi kebutuhan manusia Di malam hari makhluk-makhluk itu kembali menjadi batu tapi batu-batu yang berekor api berlintasan bagai anak-anak panah yang dilepaskan Maka banyak peristiwa di malam hari: bintang yang pecah berkeping-keping bidadari-bidadari yangContinue reading “Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia”

Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA

Terima kasih kepada sahabatku, Abdullah Sajad, yang membuat musikalisasi puisi karya saya, SENJA DI JAKARTA. Silakan dinikmati sambil nyeruput kopi dan membayangkan seorang kekasih duduk di sampingmu 🙂   SENJA DI JAKARTA tubuhku berulang kali menjadi dinding, kekasihku menahan rasa sakit dan gemuruh angin yang dikirim dari gedung-gedung yang selalu berisik di jantung kota  Continue reading “Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA”

NOCTURNO [a poem]

  NOCTURNO My body is a book — full of scribbles my friends write down all the events there with pencils, river water, gadgets, coffee shops social media, cinemas, and many more I don’t even have a slit to write my life story on my own body but yea, never mind after all, people won’tContinue reading “NOCTURNO [a poem]”

Revolusi dalam Selimut [Puisi]

  REVOLUSI DALAM SELIMUT Orang hilang menempelkan poster dirinya di pusat keramaian. Pagi hari ketika penduduk sibuk membangunkan pasar yang tertidur di bawah jembatan layang. Seseorang melihatnya berlari mengenakan baju perang, lalu menyelinap ke dalam kamar. Jendela masih asik bercakap-cakap dengan halaman. Berarti Tuhan sudah pergi pagi ini, pikirnya. Maka diambilnya pedang yang tergantung diContinue reading “Revolusi dalam Selimut [Puisi]”

Datang dan Pergi

  DATANG DAN PERGI Ada yang datang seperti kabut begitu tenang dan lembut merambat di tepi-tepi hati lalu pergi dengan hati-hati. Ada yang datang seperti ombak keras mendesak-desak menghentak batu karang lalu menghilang. Ada juga yang datang seperti hujan membasahi halaman demi halaman catatan di buku harian dan hanya bertahan sebagai kenangan. Ada lagi yangContinue reading “Datang dan Pergi”

Sajak Orang Mati

  SAJAK ORANG MATI Orang-orang mati bangkit dari kubur dan menghapus nama mereka di batu nisan. Dunia membeku dalam dinginnya kain kafan. Dan tubuh, sekejap saja tinggal tulang belulang. Tapi dunia baru bisa lagi ditegakkan di atas langit yang tak memisahkan kehidupan dan maut. Seperti juga surga dan neraka, seperti juga terang dan gelap.  DiContinue reading “Sajak Orang Mati”

Masyarakat Senja [Puisi]

  MASYARAKAT SENJA Senja berbaris mengenakan baju hitam. Orang-orang berdiri di atas jembatan, menunggu matahari terperosok ke dalam jurang. Dari sudut kota seorang pemuda datang tergopoh-gopoh, “Hai, lihat itu ada yang menangis di atas langit.” Suaranya perlahan-lahan menghilang ditelan kerumunan. Sebuah peristiwa tengah disiapkan, untuk menyambut pergantian. Perempuan-perempuan menari di atas punggung kuda yang berlariContinue reading “Masyarakat Senja [Puisi]”

Bahagia Sekarang Juga

[Dibacakan dalam acara #KampanyeKebahagiaan #GerakanIndonesiaBahagia dalam Rangka Memperingati #HariKebahagiaanSedunia, oleh #YayasanIndonesiaBahagia, Taman Suropati, Jakarta Pusat, 25 Maret 2018]. BAHAGIA SEKARANG JUGA SESEORANG terbangun dari tidur di pagi hari Ia mengamati sekelilingnya, mencari-cari sesuatu Namun yang ditemukan hanya selimut, seprei, bantal, guling Dan gadget yang memang selalu diletakkan di dekat bantal Lalu ia mencarinya di bawahContinue reading “Bahagia Sekarang Juga”