Tuhan Tidak Bermain Dadu

  TUHAN TIDAK BERMAIN DADU Tuhan ada di antara anak-anak yang berkumpul untuk bermain kelereng Mula-mula, Dia membantu mereka menarik garis batas pelemparan dengan cermat Lalu memastikan kelereng-kelereng yang akan dibidik berada di titik gravitasi agar tidak tergelincir ke lubang hitam Atau berbenturan dengan planet-planet lain di jagat raya. Ketika aturan sudah dibuat, Dia tinggalkanContinue reading “Tuhan Tidak Bermain Dadu”

Revolusi dalam Selimut [Puisi]

  REVOLUSI DALAM SELIMUT Orang hilang menempelkan poster dirinya di pusat keramaian. Pagi hari ketika penduduk sibuk membangunkan pasar yang tertidur di bawah jembatan layang. Seseorang melihatnya berlari mengenakan baju perang, lalu menyelinap ke dalam kamar. Jendela masih asik bercakap-cakap dengan halaman. Berarti Tuhan sudah pergi pagi ini, pikirnya. Maka diambilnya pedang yang tergantung diContinue reading “Revolusi dalam Selimut [Puisi]”

Homo Homini Lupus [Puisi]

HOMO HOMINI LUPUS Di antara terang dan gelap ada dinding yang tak terlihat. Semacam kaca atau, katakanlah, spektrum yang memisahkan keasingan. Ia berpindah-pindah tempat dari mata ke ruang tahanan, dari hidung ke gudang senjata, dari telinga ke medan pertempuran. Maka pancaindra selalu dihantui mimpi buruk. Suatu malam, saat kau berada di dalam barisan untuk memerangiContinue reading “Homo Homini Lupus [Puisi]”

PERSEKUSI

PERSEKUSI Batu-batu yang jatuh dari langit berlarian di tubuhku seperti kawanan serigala. Taring-taringnya mengancamku di balik cermin; dan matanya mengirimkan dendam. Mereka tidak peduli mulutku sudah lama terkunci, tak bisa lagi menjadi pengeras suara yang melontarkan lolongan mereka ke angkasa. Terus saja mereka melolong sepanjang malam. Dan aku benar-benar tak bisa tidur, sebab suara-suara ituContinue reading “PERSEKUSI”

Kepada Yth. Cebong dan Kampret

    Kepada Yth. CEBONG DAN KAMPRET Sebuah negeri tergelincir dari tanganku Jatuh ke dalam kolam Sekawanan burung masuk ke tubuhku Membawa reruntuhan kota Ekosistem kehidupan telah berubah Dan aku terpaksa menyesuaikan diri Meminum air yang bercampur dengan puing-puing bangunan yang belum lama berdiri dan runtuh Menghirup udara yang tercemar dari polusi besi-besi tua yangContinue reading “Kepada Yth. Cebong dan Kampret”