Sarah Mae

  SARAH MAE Sarah Mae sudah pergi dari rumah ini sejak kemarin lusa. Ia hanya berpamitan pada daun pintu yang selalu terbuka — walaupun tidak pernah tahu siapa yang ditunggu; dan pada seekor burung piaran yang tidak berhenti bernyanyi karena selalu kesepian. Tidak ada yang tahu mengapa Sarah pergi, dan ke mana. Jejak kakinya punContinue reading “Sarah Mae”

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis Puisi Natal 2018

PADA tanggal 18 Desember lalu saya mengumumkan “Lomba Menulis Puisi Natal” melalui blog http://www.ahmadgaus.com yang dibuka sampai tanggal 24 Desember (kemarin). Pengumuman mengenai lomba itu sendiri saya sebar melalui media sosial twitter dan grup-grup WA, selain di blog ini. Tujuan dari lomba ini tiada lain ialah untuk menyambut dan menyemarakkan Natal 2018, dan sebagai tandaContinue reading “Inilah Para Pemenang Lomba Menulis Puisi Natal 2018”

Lomba Menulis Puisi Natal

UNTUK ANDA YANG MENYUKAI PUISI, saya punya tawaran menarik:  Tulislah sebuah puisi yang berhubungan dengan Natal. Hadiahnya sudah saya siapkan tiga buku puisi saya yang berjudul SENJA DI JAKARTA untuk tiga penulis puisi terbaik (masing-masing satu ya, hehe). Buku ini terbit tahun 2017, sudah diluncurkan di Singapura (November 2017) dan didiskusikan di Malaysia (Desember 2017).Continue reading “Lomba Menulis Puisi Natal”

Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA

Terima kasih kepada sahabatku, Abdullah Sajad, yang membuat musikalisasi puisi karya saya, SENJA DI JAKARTA. Silakan dinikmati sambil nyeruput kopi dan membayangkan seorang kekasih duduk di sampingmu 🙂   SENJA DI JAKARTA tubuhku berulang kali menjadi dinding, kekasihku menahan rasa sakit dan gemuruh angin yang dikirim dari gedung-gedung yang selalu berisik di jantung kota  Continue reading “Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA”

NOCTURNO [a poem]

  NOCTURNO My body is a book — full of scribbles my friends write down all the events there with pencils, river water, gadgets, coffee shops social media, cinemas, and many more I don’t even have a slit to write my life story on my own body but yea, never mind after all, people won’tContinue reading “NOCTURNO [a poem]”

Revolusi dalam Selimut [Puisi]

  REVOLUSI DALAM SELIMUT Orang hilang menempelkan poster dirinya di pusat keramaian. Pagi hari ketika penduduk sibuk membangunkan pasar yang tertidur di bawah jembatan layang. Seseorang melihatnya berlari mengenakan baju perang, lalu menyelinap ke dalam kamar. Jendela masih asik bercakap-cakap dengan halaman. Berarti Tuhan sudah pergi pagi ini, pikirnya. Maka diambilnya pedang yang tergantung diContinue reading “Revolusi dalam Selimut [Puisi]”

Cerita Natal Seorang Gadis Kecil

  CERITA NATAL SEORANG GADIS KECIL Aku berdiri di halaman gereja Anak-anak bergaun palma Menghias pohon Natal dengan lampu aneka warna Bunga-bunga gladiola, langit merah saga. Saat lonceng dibunyikan, mereka berlarian Kemudian larut dalam doa yang dilantunkan Damai dalam pelukan kasih Tuhan. Dari kejauhan aku mendengar suara azan Dibawa angin senja berteluk awan Azan danContinue reading “Cerita Natal Seorang Gadis Kecil”

Datang dan Pergi

  DATANG DAN PERGI Ada yang datang seperti kabut begitu tenang dan lembut merambat di tepi-tepi hati lalu pergi dengan hati-hati. Ada yang datang seperti ombak keras mendesak-desak menghentak batu karang lalu menghilang. Ada juga yang datang seperti hujan membasahi halaman demi halaman catatan di buku harian dan hanya bertahan sebagai kenangan. Ada lagi yangContinue reading “Datang dan Pergi”

Homo Homini Lupus [Puisi]

HOMO HOMINI LUPUS Di antara terang dan gelap ada dinding yang tak terlihat. Semacam kaca atau, katakanlah, spektrum yang memisahkan keasingan. Ia berpindah-pindah tempat dari mata ke ruang tahanan, dari hidung ke gudang senjata, dari telinga ke medan pertempuran. Maka pancaindra selalu dihantui mimpi buruk. Suatu malam, saat kau berada di dalam barisan untuk memerangiContinue reading “Homo Homini Lupus [Puisi]”

Sajak Orang Mati

  SAJAK ORANG MATI Orang-orang mati bangkit dari kubur dan menghapus nama mereka di batu nisan. Dunia membeku dalam dinginnya kain kafan. Dan tubuh, sekejap saja tinggal tulang belulang. Tapi dunia baru bisa lagi ditegakkan di atas langit yang tak memisahkan kehidupan dan maut. Seperti juga surga dan neraka, seperti juga terang dan gelap.  DiContinue reading “Sajak Orang Mati”