Jangan Lockdown Cintamu

JANGAN LOCKDOWN CINTAMU Karena Corona kau menjaga jarak denganku Bukan satu meter, tapi berpuluh-puluh kilometer Karena Corona kau bermuram durja Padahal biasanya engkau selalu penuh tawa Karena Corona kau tak mau lagi kucumbu Padahal engkau penuh hasrat menggebu Aku memahami bahasa cintamu, walau lebih halus dari virus Corona Bersabarlah cintaku, sampai Corona berlalu Biar sajaContinue reading “Jangan Lockdown Cintamu”

Wawancara bersama Ahmad Gaus AF

Kebudayaan Milenial Belum Terbentuk Jakarta, Swakarya.Com. Pada 23 Januari 2020 lalu, redaksi Swakarya dalam lawatan ke Jakarta menemui Ahmad Gaus AF, seorang penulis, penyair, dan dosen sastra dan kebudayaan di Swiss German University (SGU), Tangerang, Banten. Pada pertemuan tersebut, ditemani kopi dan pisang goreng keju coklat di Java Bean Cafe di sebuah mal di JakartaContinue reading “Wawancara bersama Ahmad Gaus AF”

PANGGILAN BENDERA

Panggilan Bendera Puisi Ahmad Gaus Bendera di halaman rumahku berkibar ragu-ragu mungkin karena ia tidak tahu kenapa harus berkibar dan untuk apa untuk siapa Bendera di halaman rumahku berkibar malu-malu mungkin karena ia merasa asing berada di antara bendera lain yang lebih tinggi darinya bendera partai bendera golongan bendera isme bendera sekte Benderaku gamang memandangContinue reading “PANGGILAN BENDERA”

Ucapan Natal dalam al-Quran

Mengucapkan Selamat Natal itu tidak merusak akidah. Malah ucapan Natal itu ada dalam al-Quran sendiri. Masalah ini diributkan hanya oleh kaum Muslim di Asia Tenggara. Sementara di negara-negara Arab para ulama sudah terbiasa mengunjungi orang-orang Nasrani untuk mengucapkan Natal. Mereka ikut bergembira. Larangan mengucapkan Natal itu lahir dari pikiran yang sempit. Demikian cuplikan pernyataan ahliContinue reading “Ucapan Natal dalam al-Quran”

Puisi Sufistik: “Meninggalkan Tubuh”

    Pembacaan Puisi oleh Ira Diana (penyair, novelis) MENINGGALKAN TUBUH   — puisi ahmad gaus Aku berjalan ke timur Bertanya pada semua yang kutemui Benarkah jalan yang kutuju            untuk mencari diriku Semua membisu, tidak  ada yang tahu Dalam terang cahaya, aku seperti buta Dalam terik siang, yang kutemukan                       hanya bayang-bayang Aku berjalanContinue reading “Puisi Sufistik: “Meninggalkan Tubuh””

Hujan Bulan Desember

  HUJAN BULAN DESEMBER Kalau tidak ada aral melintang, nanti sore aku akan menemuimuUntuk menyatakan cintaBukankah kau telah menunggu masa ituDalam kesunyian ratusan tahun bunga mawarMaka berdirilah di pintu masa kanak-kanakmuSambut aku dengan mata coklatmuAtau tikam aku dengan nyanyian masa laluYang kau tirukan dari suara burung hantu Masa lalu berjalan seperti awan yang bersembunyi diContinue reading “Hujan Bulan Desember”

Api Yang Membakar Jiwa

Djohan adalah BAPAK DIALOG ANTARIMAN. Inilah posisinya yang paling tepat. Posisi ini tidak ditempati oleh dua raksasa lainnya: Cak Nur dan Gus Dur.

Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA

Terima kasih kepada sahabatku, Abdullah Sajad, yang membuat musikalisasi puisi karya saya, SENJA DI JAKARTA. Silakan dinikmati sambil nyeruput kopi dan membayangkan seorang kekasih duduk di sampingmu 🙂   SENJA DI JAKARTA tubuhku berulang kali menjadi dinding, kekasihku menahan rasa sakit dan gemuruh angin yang dikirim dari gedung-gedung yang selalu berisik di jantung kota  Continue reading “Musikalisasi Puisi SENJA DI JAKARTA”

Puisi, Daun, dan Bunga di Musim Semi

Kata Pengantar Ahmad Gaus untuk Buku Puisi Heri Mulyadi, “Elegi Cinta, Cerita Kata.” Puisi, Daun, dan Bunga di Musim Semi ADA yang mengatakan bahwa setiap puisi adalah hasil proses kreatif. Pernyataan ini benar belaka. Tapi tidak cukup. Puisi ialah imajinasi, yaitu proses pra-kreasi. Keduanya tentu berkelindan, namun saya merasa perlu membedakannya beberapa saat setelah sayaContinue reading “Puisi, Daun, dan Bunga di Musim Semi”

O CLARA, MANGE WISA KO

O CLARA, MANGE WISA KO Selamat malam, Clara maukah kau temani aku sejenak saja menyusuri tepian pantai di sana atau sekadar bercengkrama di dermaga menunggu saat purnama tiba di seberang jembatan Sukarno Aku ingin mendengar sekali lagi deru nafasmu yang terengah seperti isyarat bahwa ada sesuatu yang tengah berubah Di lorong-lorong kota seribu gereja menungguContinue reading “O CLARA, MANGE WISA KO”

GOD IS NOT HERE

GOD IS NOT HERE   There is another who incites the wall Hiding in an old microphone His words scattered in the air Splitting the city in two   And suddenly I lost you Every time I call, you infiltrate the rock Closing all doors from the sound of the wind Waves Chirping birds inContinue reading “GOD IS NOT HERE”

Pro-Kontra Islam Nusantara

Kuliah Twitter seputar Pro-kontra Islam Nusantara Oleh Ahmad Gaus AF — penulis, aktivis, dosen ilmu kebudayaan 1. Hari-hari ini pro-kontra Islam Nusantara kembali mencuat. Beberapa daerah di Sumatera terang-terangan menolak Islam Nusantara. Untuk menanggapi isu tersebut saya mau kultwit sedikit, sekadar apresiasi dan kritik. Yang berminat silakan gelar tikar. Siapkan kopi (+ rokok). 🙂 Tagarnya:Continue reading “Pro-Kontra Islam Nusantara”