Sementara Kita Saling Berbisik: Mengenang SDD

Pagi tadi saya membuka twitter dan mata saya tertumbuk ke trending topic di posisi paling atas: #PakSapardi. Saya curiga ada apa-apa, karena beberapa hari sebelumnya beliau masuk rumah sakit. Tidak berapa lama kemudian, muncul lagi trending topic #EyangSapardi. Dengan tangan bergetar saya membuka trending topic tersebut, daaan… “kecurigaan” saya terbukti. Pak Sapardi Djoko Damono, sastrawanContinue reading “Sementara Kita Saling Berbisik: Mengenang SDD”

[Poem] December Rain

  DECEMBER RAIN IF nothing gets in the way, this afternoon I will see you To express love Did not you have been waiting for that time In the silence of hundreds of years of roses Then stand at the door of your childhood Greet me with your brown eyes Or stab me with songsContinue reading “[Poem] December Rain”

[Puisi] PERSEKUSI

PERSEKUSI Batu-batu yang jatuh dari langit berlarian di tubuhku seperti kawanan serigala. Taring-taringnya mengancamku di balik cermin; dan matanya mengirimkan dendam. Mereka tidak peduli mulutku sudah lama terkunci, tak bisa lagi menjadi pengeras suara yang melontarkan lolongan mereka ke angkasa. Terus saja mereka melolong sepanjang malam. Dan aku benar-benar tak bisa tidur, sebab suara-suara ituContinue reading “[Puisi] PERSEKUSI”

Bunga Rampai dari Malaysia

            Buku SENJA DI JAKARTA sedang dicetak lagi, karena banyak yang pesan dan saya kehabisan stok. Tapi insya Allah akhir tahun ini (2017) sudah selesai dan anda bisa pesan mulai sekarang: via WA 085750431305. Harga Rp. 50.000,- belum ongkos kirim. Setiap buku yang dipesan akan ditandatangani. 🙂      

Menikmati ‘Hujan Bulan Juni’ bersama Tuan Sapardi

HUJAN BULAN JUNI Bulan Juni ialah musim kemarau, dan hujan dipastikan tidak turun. Jika hujan rindu ingin bercumbu dengan bunga-bunga, maka ia harus bersabar menunggu musim kemarau berlalu…“Hujan Bulan Juni” memperlihatkan kekuatan Sapardi sebagai penyair yang mampu keluar dari labirin kesunyian yang melahirkan kefanaan (Amir Hamzah), kepasrahan (Chairil Anwar), atau amukan (Sutardji Calzoum Bachri), menujuContinue reading “Menikmati ‘Hujan Bulan Juni’ bersama Tuan Sapardi”

Waltz Sore, Bagaimana Kamu Bisa Aku Benci?

Antolologi Puisi dan Esai dari Kampus Swiss German University (SGU), BSD-City Waltz Sore Oleh Annisa Tazakka*) Daunnya berguguran seolah membiarkan terang bulan menembus ranting anak dahannya. Dan dia menikmati itu, menikmati si kecilku berwaltz ria dengan anggunnya. Waltz 7 musim di musim yang sangat dingin mematikan urat-urat tulang. Ketukan dan hentakan tempo berurai hingga meleburContinue reading “Waltz Sore, Bagaimana Kamu Bisa Aku Benci?”