Elegi untuk Ibu Omi

  ELEGI UNTUK IBU OMI *)   Suatu hari nanti kita akan sendiri Duduk di sisi jendela Di tepi pagi yang sunyi Memandangi bunga-bunga di taman Tumbuh, merekah, kemudian layu dan jatuh ke bumi Menikmati kicau burung-burung di halaman Sebelum mereka terbang satu persatu menuju cakrawala Seperti itu pula orang-orang yang kita cintai Keluarga, sahabat,Continue reading “Elegi untuk Ibu Omi”

Surat Kecil untuk Tuhan

SURAT KECIL UNTUK TUHAN Anak-anak lahir dari rahim semesta. Tangisan mereka adalah musik paling tua yang diciptakan oleh hening. Hingga seisi alam hanyut dalam alunan isaknya. Langit ikut mendengar dan menumpahkan airmata. Anak-anak membawa alat musik, berlarian di jalan-jalan, karena hujan adalah isak tangis mereka sendiri. Setiap butirnya dikumpulkan dan diberikan kepada orang-orang yang lewat —Continue reading “Surat Kecil untuk Tuhan”

Sarah Mae

  SARAH MAE Sarah Mae sudah pergi dari rumah ini sejak kemarin lusa. Ia hanya berpamitan pada daun pintu yang selalu terbuka — walaupun tidak pernah tahu siapa yang ditunggu; dan pada seekor burung piaran yang tidak berhenti bernyanyi karena selalu kesepian. Tidak ada yang tahu mengapa Sarah pergi, dan ke mana. Jejak kakinya punContinue reading “Sarah Mae”

MATA IBU

Mata Ibu Dari apakah Tuhan menciptakan mata ibu Begitu luas hingga mampu menampung isi semesta Tempat matahari beredar Dan bulan yang selalu purnama Bintang-bintang bertaburan di sana Di dalam mata ibu ada lautan Tempat aku berlayar menuju pulau tujuan Kota-kota yang pernah aku kunjungi Ada di dalamnya Setiapkali kutatap mata ibu Aku menemukan potret dirikuContinue reading “MATA IBU”

Puisi Sufistik: “Meninggalkan Tubuh”

    Pembacaan Puisi oleh Ira Diana (penyair, novelis) MENINGGALKAN TUBUH   — puisi ahmad gaus Aku berjalan ke timur Bertanya pada semua yang kutemui Benarkah jalan yang kutuju            untuk mencari diriku Semua membisu, tidak  ada yang tahu Dalam terang cahaya, aku seperti buta Dalam terik siang, yang kutemukan                       hanya bayang-bayang Aku berjalanContinue reading “Puisi Sufistik: “Meninggalkan Tubuh””

Lomba Menulis Puisi Natal

UNTUK ANDA YANG MENYUKAI PUISI, saya punya tawaran menarik:  Tulislah sebuah puisi yang berhubungan dengan Natal. Hadiahnya sudah saya siapkan tiga buku puisi saya yang berjudul SENJA DI JAKARTA untuk tiga penulis puisi terbaik (masing-masing satu ya, hehe). Buku ini terbit tahun 2017, sudah diluncurkan di Singapura (November 2017) dan didiskusikan di Malaysia (Desember 2017).Continue reading “Lomba Menulis Puisi Natal”

Hujan Bulan Desember

  HUJAN BULAN DESEMBER Kalau tidak ada aral melintang, nanti sore aku akan menemuimuUntuk menyatakan cintaBukankah kau telah menunggu masa ituDalam kesunyian ratusan tahun bunga mawarMaka berdirilah di pintu masa kanak-kanakmuSambut aku dengan mata coklatmuAtau tikam aku dengan nyanyian masa laluYang kau tirukan dari suara burung hantu Masa lalu berjalan seperti awan yang bersembunyi diContinue reading “Hujan Bulan Desember”

A Letter from dusk to morn

    A Letter from dusk to morn   If you arrive at the hill this afternoon I most likely have already left.   But … on the lips of the horizon not far from the first place where we met there is a lake I will be waiting for you there. ————- IG :Continue reading “A Letter from dusk to morn”

Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia

Makhluk-makhluk itu muncul begitu saja dari bongkahan batu menjelma burung-burung yang lapar terbang mengelilingi kota mencari sisa-sisa makanan dan bangkai untuk memenuhi kebutuhan manusia Di malam hari makhluk-makhluk itu kembali menjadi batu tapi batu-batu yang berekor api berlintasan bagai anak-anak panah yang dilepaskan Maka banyak peristiwa di malam hari: bintang yang pecah berkeping-keping bidadari-bidadari yangContinue reading “Batu Tidak Ingin Menjadi Manusia”

November Rain

November Rain Setiap kali hujan turun engkau bertanya di mana kekasihmu pada tanah basah melepaskan diri dari membawa bayang-bayang Rintik hujan meninggalkan kecupan yang kini menjadi danau di keningmu Lalu engkau berusaha mencintai hujan karena ragu dengan perasaanmu akan mengalir ke laut atau bersikeras menjadi awan Ciputat, 10/11/18 IG: ahmadgaus68

Cerita Pagi

CERITA PAGI Kabut turun di rooftop lembut dan tipis seperti gaun tidurmu Aku terjatuh dari tangga angin waktu mematahkan tangkai sayap peri kegelapan Kulihat kau duduk di sana di antara kursi-kursi kosong Menyanyikan sepotong lagu hitam menikam musnah segala yang dirindu Burung-burung beterbangan dari rambutmu! Depok, 18/11/18 IG: ahmadgaus68