Categories
Pemikiran Islam Puisi

Dalam Fana

 

Dalam Fana

dalam fana aku tiada
dalam tiada aku mengada
aku adalah debu purba
dihempas angin negeri-negeri tua
mencari tempatku di alam semesta
namun tak ada

aku adalah setitik air
berkelana mencari samudera
ingin melebur dalam keluasannya
namun tak sampai jua

kuikuti jalan fana
dalam fana wujudku tiada
aku melihat tidak dengan mata
mendengar tidak dengan telinga
berkata tidak dengan mulut
meraba tidak dengan tangan
mencium tidak dengan hidung
sebab indraku terputus
segala yang ada pupus

pikiranku sirna karena aku tidak membutuhkannya
perasaanku sirna karena aku tidak mengindahkannya
pikiran dan perasaan membuatku
terpenjara dalam ruang dan waktu
sedang burung-burung jiwaku
datang dan pergi tak kenal waktu

aku tidak hidup di bawah langit
aku tidak hidup di atas bumi
sebab langit dan bumi tidak ada
ruang dan waktu tidak ada
dan dalam tidak ada apa-apa
hanya DIA yang mutlak ada

dalam fana aku tiada
dalam tiada aku mengada
bersama Sang Ada

Puisi: Ahmad Gaus

02-fana

Puisi ini dibacakan dalam Kultum Ramadan di Gedung Film, Jl. MT Haryono Kav. 47-48, Jakarta, 09 Mei 2019

img-20180914-wa0025-5b9fc9d6c112fe1a6f654a32