Puisi Kemerdekaan

BANGSA MERDEKA
KALAU engkau bertanya kepadaku, benarkah kita sudah merdeka
Akan kutunjukkan kepadamu ribuan jendela di mata orang-orang tua yang duduk di atas kursi roda.
DI SANA engkau akan melihat bukit-bukit gerilya dan hutan belantara
Tempat pembantaian manusia
Ladang-ladang tebu yang dibombardir
Kampung-kampung ibu mereka yang diteror mortir
Dan sungai-sungai berwarna merah
yang hingga kini masih mengalir
di mata mereka.
KALAU engkau bertanya kepadaku mengapa kita harus merdeka
Akan kuajak kau pergi ke desa, melihat anak-anak berangkat ke sekolah
Melintasi pematang-pematang sawah
Menggendong tas berisi buku-buku sejarah yang berdarah
Dan sejumput impian mewah
KALAU engkau bertanya kepadaku apa arti merdeka
Akan kutunjukkan kepadamu pintu-pintu penjara
Tempat dulu orang-orang tua kita meringkuk di dalamnya
Disiksa oleh para penjarah bangsa.
DAN kalau engkau masih bertanya apakah kita sudah merdeka, untuk apa kita merdeka, dan apa arti merdeka
Kusarankan kau… masuklah ke dalam penjara.
Jakarta, 17 Agustus 2021
Ahmad Gaus AF

[Puisi] Bangsa Merdeka

Puisi “Bangsa Merdeka” diambil dari kumpulan puisi saya “Senja di Jakarta” yang terbit pada November 2017. Video pembacaan puisi dibuat pada 14 Agustus 2018 sebagai bagian dari kampanye spirit kemerdekaan oleh Yayasan Indonesia Bahagia (YIB). Lokasi: Atap Gedung Film, Jakarta. Videografer: Ira Diana

 

BANGSA MERDEKA

Kalau engkau bertanya kepadaku
benarkah kita sudah merdeka
akan kutunjukkan kepadamu
ribuan jendela di mata orang-orang tua
yang duduk di atas kursi roda
di sana engkau akan melihat
bukit-bukit gerilya dan hutan belantara
tempat pembantaian manusia
ladang-ladang tebu yang dibombardir
kampung-kampung ibu mereka yang diteror mortir
dan sungai-sungai berwarna merah
yang hingga kini masih mengalir
di mata mereka.

Kalau engkau bertanya kepadaku
mengapa kita harus merdeka
akan kuajak kau pergi ke desa
melihat anak-anak berangkat ke sekolah
melintasi pematang-pematang sawah
menggendong tas berisi buku-buku
sejarah yang berdarah
dan sejumput impian mewah: menjadi dokter,
insinyur, tentara, guru, wartawan, seniman,
pegawai negeri, atau apa saja
yang membuat mereka berguna
untuk bangsa.

Sebab bangsa adalah pusaka yang diwariskan
oleh kakek-nenek moyang mereka
sebab bangsa adalah himne yang dinyanyikan
dengan linangan airmata.

Kalau engkau bertanya kepadaku
apa arti merdeka
akan kutunjukkan kepadamu
pintu-pintu penjara
tempat dulu orang-orang tua kita
meringkuk di dalamnya
disiksa oleh para penjarah bangsa.

Dan kalau engkau masih bertanya
apakah kita sudah merdeka
untuk apa kita merdeka
dan apa arti merdeka
kusarankan kau
masuklah ke dalam penjara.

Jakarta, 16 Agustus 2017

BukuSenja