CINTA DAN PERNIKAHAN

IMG-20200422-WA0019
Puisi di bawah ini dibacakan di acara resepsi pernikahan Yuan dan Pri (dalam foto ini), rekan kerja saya di Lembaga Sensor Film/LSF, pada 22 Oktober 2016 — GOR Sunter, Jakarta Utara.

Cinta dan Pernikahan

Puisi Ahmad Gaus

CINTA itu satu tapi banyak

ia menyatu tapi berserak

seperti ribuan gerimis di senja hari

yang diserap warna pelangi.

BETAPA bahagia sepasang kekasih

disatukan dalam ikatan cinta

lebih bahagia jika mereka mampu

melepaskan ikatan-ikatan itu

dan merajutnya menjadi sayap-sayap merpati

yang membawa mereka terbang bersama

ke langit tinggi.

CINTA itu melepaskan, bukan membelenggu

jika engkau mencintai kekasihmu

jangan meminta dia bersimpuh di kakimu

pinanglah kekasihmu sebagaimana engkau

meminang impianmu

yang kau lukis menjadi kupu-kupu

bermata salju, bersayap langit biru.

SEPASANG kekasih menabur cinta sepanjang jalan

permadaninya ayat-ayat Tuhan

istananya surga di ketinggian

karena cinta itu setinggi-tinggi kebenaran

bila perjalanan telah sampai di pintu kematian

setiap kekasih akan dimintai pertanggungjawaban.

PERNIKAHAN adalah kebersamaan yang berjarak

biarkan ia seperti itu

supaya engkau tetap memiliki dirimu

dan kekasihmu tidak kehilangan dirinya.

JANGAN menghidangkan seluruh cintamu di meja makan

sebab semua akan dilahap habis lalu dilupakan

yang harus kau berikan cinta itu

bukan hanya mulut kekasihmu

tapi juga matanya, telinganya, jiwanya, pikirannya, hatinya

sampai dia tidak memintanya lagi

sampai engkau tidak perlu memberinya lagi

sebab dia tahu bahwa hidupmu adalah cinta itu sendiri

dan cinta adalah hidupmu itu sendiri.

SAHABATKU, hidup ini hanya milik mereka

yang tekun menanam dan merawat cinta

tanpa cinta, surga tidak ada yang punya

maka cintailah dirimu, cintailah kekasihmu

cintailah kebersamaan dan kepedihannya

cintailah pernikahan dan penderitaannya

cintailah cinta dan lika-liku perjalanannya

di situlah engkau akan menemukan

Cinta-mu yang sebenarnya.

~~~

Gedung Film, 19 Oktober 2016

ahmad gaus af

Momen membaca puisi di berbagai acara pernikahan:

IMG-20170111-WA0002

IMG-20161022-WA0005-2

IMG-20200810-WA0008

*****************************

Novel terbaru saya, Hujan dalam Pelukan, dapat dibaca di platform NovelMe, ini link-nya: https://h5.novelme.com/bookinfo/22983

Selamat menikmati, jangan lupa kasih star vote dan subscribe ya, terima kasih

 [warning: only for adult]

Puisi Pernikahan

On marriage

Pengantar: Membaca puisi di acara pernikahan adalah sesuatu yang langka. Saya sendiri seumur hidup belum pernah melihat orang melakukan itu. Acara pernikahan biasanya menyajikan hiburan organ tunggal, dangdutan, karaoke, atau kalau dulu layar tancep, hehe. Tapi saya sering membaca puisi di acara pernikahan, khususnya di lingkungan keluarga, kerabat, dan sahabat. baik di sesi resepsi maupun pada prosesi akad nikah. Puisi yang saya bacakan biasanya karya Kahlil Gibran di bawah ini, atau karya saya sendiri: CINTA DAN PERNIKAHAN Sekali lagi, karena pembacaan puisi di acara pernikahan merupakan hal yang langka, maka kalau anda melakukannya anda menghadirkan sesuatu yang  berbeda, pengantin akan sangat berbahagia, dan pandangan mata para undangan tertuju ke anda. Engga percaya? Buktikan sendiri deh… 🙂

Tentang Pernikahan

– Kahlil Gibran –

Kalian telah diciptakan berpasangan
Dan selamanya kalian akan berpasangan
Bersamalah… sampai Sang Maut memisahkan nyawa dari raga
Bersamalah… namun biarkanlah ada ruang di antara kebersamaan itu
Tempat angin surga menari-nari di antara kalian

Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta
Biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa
Seperti aliran sungai yang mengalir lincah
di antara kedua belahan jiwa

Isilah cawan-cawan cintamu
Tapi jangan saling minum dari satu cawan
Saling berbagilah
Tapi jangan makan dari pinggan yang sama

Bernyanyilah dan menarilah bersama
dalam segala suka dalam segala duka
Tapi biarkan masing-masing hatimu
Menghayati kesendiriannya

Walau lagu yang sama sangat menggetarkan jiwa
Tapi gitar punya tali dengan nada sendiri-sendiri
Berikan hatimu, tapi jangan sekali-kali saling menguasai
Sebab hanya Tuhan sang penguasa kehidupan
Yang memiliki kuasa atas hatimu

Berdirilah kalian sejajar, tapi jangan terlalu dekat
Sebab tiang-tiang masjid pun tidak dibangun terlalu rapat
Begitu pula pohon jati
Begitu pula pohon cemara
Mereka tidak tumbuh dalam bayangan satu dengan yang lainnya.

[Diterjemahkan secara bebas oleh Ahmad Gaus dari puisi On Marriage karya Kahlil Gibran dan diubah serta ditambahkan seperlunya supaya sesuai dengan kebutuhan orang Indonesia :). Puisi aslinya dalam bahasa Inggris saya sertakan di bawah].

On Marriage
By Kahlil Gibran

You were born together, and together you shall be forevermore.
You shall be together when the white wings of death scatter your days.
Ay, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness,
And let the winds of the heavens dance between you.

Love one another, but make not a bond of love:
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other’s cup but drink not from one cup.
Give one another of your bread but eat not from the same loaf
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.

Give your hearts, but not into each other’s keeping.
For only the hand of Life can contain your hearts.
And stand together yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other’s shadow.

————o0o————

Momen baca puisi di berbagai acara pernikahan:

IMG-20170111-WA0002

IMG-20161022-WA0005-2

IMG-20200810-WA0008

 

Baca juga:

Cover Hujan Dlm Pelukan-1

Novel adult romance: Hujan dalam Pelukan

Puisi: CINTA DAN PERNIKAHAN

 

    ⇓⇓⇓⇓⇓

On marriage

Pengantar: Membaca puisi di acara pernikahan adalah sesuatu yang langka. Saya sendiri seumur hidup belum pernah melihat orang melakukan itu. Acara pernikahan biasanya menyajikan hiburan organ tunggal, dangdutan, karaoke, atau kalau dulu layar tancep, hehe. Tapi saya sering membaca puisi di acara pernikahan, khususnya di lingkungan keluarga, kerabat, dan sahabat. baik di sesi resepsi maupun pada prosesi akad nikah. Puisi yang saya bacakan biasanya karya Kahlil Gibran di bawah ini, atau karya saya sendiri: CINTA DAN PERNIKAHAN Sekali lagi, karena pembacaan puisi di acara pernikahan merupakan hal yang langka, maka kalau anda melakukannya anda menghadirkan sesuatu yang  berbeda, pengantin akan sangat berbahagia, dan pandangan mata para undangan tertuju ke anda. Engga percaya? Buktikan sendiri deh… 🙂

Tentang Pernikahan

– Kahlil Gibran –

Kalian telah diciptakan berpasangan
Dan selamanya kalian akan berpasangan
Bersamalah… sampai Sang Maut memisahkan nyawa dari raga
Bersamalah… namun biarkanlah ada ruang di antara kebersamaan itu
Tempat angin surga menari-nari di antara kalian

Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta
Biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa
Seperti aliran sungai yang mengalir lincah
di antara kedua belahan jiwa

Isilah cawan-cawan cintamu
Tapi jangan saling minum dari satu cawan
Saling berbagilah
Tapi jangan makan dari pinggan yang sama

Bernyanyilah dan menarilah bersama
dalam segala suka dalam segala duka
Tapi biarkan masing-masing hatimu
Menghayati kesendiriannya

Walau lagu yang sama sangat menggetarkan jiwa
Tapi gitar punya tali dengan nada sendiri-sendiri
Berikan hatimu, tapi jangan sekali-kali saling menguasai
Sebab hanya Tuhan sang penguasa kehidupan
Yang memiliki kuasa atas hatimu

Berdirilah kalian sejajar, tapi jangan terlalu dekat
Sebab tiang-tiang masjid pun tidak dibangun terlalu rapat
Begitu pula pohon jati
Begitu pula pohon cemara
Mereka tidak tumbuh dalam bayangan satu dengan yang lainnya.

[Diterjemahkan secara bebas oleh Ahmad Gaus dari puisi On Marriage karya Kahlil Gibran dan diubah serta ditambahkan seperlunya supaya sesuai dengan kebutuhan orang Indonesia :). Puisi aslinya dalam bahasa Inggris saya sertakan di bawah].

On Marriage
By Kahlil Gibran

You were born together, and together you shall be forevermore.
You shall be together when the white wings of death scatter your days.
Ay, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness,
And let the winds of the heavens dance between you.

Love one another, but make not a bond of love:
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other’s cup but drink not from one cup.
Give one another of your bread but eat not from the same loaf
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.

Give your hearts, but not into each other’s keeping.
For only the hand of Life can contain your hearts.
And stand together yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other’s shadow.

————o0o————

Momen baca puisi di berbagai acara pernikahan:

IMG-20170111-WA0002

IMG-20161022-WA0005-2

IMG-20200810-WA0008

 

Baca juga:

Cover Hujan Dlm Pelukan-1

Novel adult romance: Hujan dalam Pelukan

Puisi: CINTA DAN PERNIKAHAN

 

    ⇓⇓⇓⇓⇓