Sekuntum Bunga di Taman Surga

Ebook terbaru 2024

Dalam sejarah sastra di tanah air, sangat sedikit, kalau tidak bisa dibilang tidak ada, puisi yang ditulis secara khusus untuk menyahuti isu-isu lintas agama dengan berbagai konteksnya seperti diskriminasi, intoleransi, kekerasan berbasis agama, dan sejenisnya. Buku ini merupakan yang pertama, yang memuat puisi-puisi dalam tema tersebut.

Buku ini memuat 32 puisi yang ditulis dan dibacakan oleh penyairnya di berbagai forum lintas agama, baik di dalam maupun di luar negeri. Di sini pembaca akan menemukan puisi tentang diskriminasi terhadap kelompok minoritas, perusakan rumah ibadah, inspirasi tokoh-tokoh agama, hingga refleksi sufistik.

Testimoni:

Puisi-puisi Ahmad Gaus menyibak cakrawala bahwa kitas semua bersaudara – Albertus Patty, Pendeta dan aktivis dialog antaragama

Melalui estetika, Ahmad Gaus mengajak kita untuk mencintai Tuhan, manusia, dan ciptaan lainnya – Romo Yohanes Wahyu Prasetyo, OFM – JPIC OFM Indonesia.

Puisi-puisi dalam buku ini mencerminkan nurani penulisnya yang punya empati dan berani berselancar di arena yang sulit menyangkut diskriminasi ras dan agama – Nasri  Astani, Penganut Agama Bahai.

Sebuah mahakarya yang menghubungkan keindahan sastra, spiritualitas, dan pesan-pesan kemanusiaan yang mendalam – Budhy Munawar-Rachman, Aktivis Kebebasan Beragama

Spesifikasi
Judul            :  Sekuntum Bunga di Taman Surga: Puisi-Puisi Lintas Agama

Jenis             : Buku Puisi/ Ebook/ Pdf
Kategori       : Sastra
Penulis          :  Ahmad Gaus
Penerbit       :   Lotus Books
Panjang        :  iii + 130 Halaman
Tahun Terbit: September 2024

Harga            :    Rp.35.000,00
Mau beli buku ini?

Hubungi email: tangseldita091@gmail.com

Post-Family Society: Masa Depan Institusi Keluarga dan Pernikahan

E-book terbaru 2024

Benarkah meningkatnya populasi kaum jomblo akan mendobrak sistem keluarga tradisional dan mendorong lahirnya norma-norma baru masyarakat pasca-keluarga. Post-family society adalah isu yang benar-benar baru dalam konteks disiplin sosiologi di tanah air. Namun di dunia Barat isu ini telah marak  diperbincangkan seiring dengan munculnya gejala di mana kalangan muda memilih hidup sendiri, atau tidak menikah.

Post family society ditengarai akan berbenturan dengan agama dan  tradisi yang menekankan pentingnya pernikahan dan keluarga. Tapi kemunculan post-family society tidak terbendung sebagai dampak dari perubahan struktur keluarga dan masyarakat. Dan kemunculannya akan mengawali babak baru sejarah manusia dan peradabannya.

Sebab institusi keluarga dan masyarakat sudah dikenal ribuan tahun lamanya oleh generasi manusia, dan diwariskan secara turun-temurun.

Bagaimana pola relasi sosial jika post-family society itu terbentuk? Apakah tradisi dan agama akan menyerah pada perubahan, ataukah konsep post-family society yang akan tertolak? Adakah jalan tengah?

Buku ini mengupas masalah-masalah di atas dengan pendekatan sosiologi popular.

Spesifikasi
Judul            :  Post-Family Sociey: Masa Depan Institusi Keluarga dan Pernikahan
Kategori       :  Bacaan Umum
Jenis             :  Buku Digital/ Ebook format Pdf
Penerbit       :   Lotus Bokks
Panjang        :  iv + 117 Halaman
Tahun Terbit: September 2024

Harga            :    Rp.40.000,00

Mau beli ebook ini?

Hubungi email: tangseldita091@gmailcom

Lonely Crowd: Naras-Narasi Kesepian Masyarakat Urban

E-book terbaru 2024

Sebelum memasuki era industrialisasi pada abad ke-19, kata “kesepian” sangat jarang digunakan dalam karya kreatif maupun oleh masyarakat. Kalaupun digunakan, pengertiannya terbatas pada isolasi fisik, seperti orang-orang yang tinggal di pelosok, tepi hutan, atau pegunungan.

Ketika industrialisasi mendorong urbanisasi secara besar-besaran, kesepian ikut bermigrasi ke kota-kota. Dan ia memiliki makna modern.

Belakangan kesepian ditetapkan oleh organisasi Kesehatan sedunia WHO sebagai ancaman Kesehatan global. Inggris dan Jepang telah mengangkat Menteri urusan kesepian. Australia dan Selandia Baru telah mengambil langkah-langkah politik untuk mengatasi kesepian warganya.

Benarkah kesepian lebih berbahaya dari alcohol dan obesitas?

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR — 1

  • Pendahuluan: Sendiri Bersama-sama6
  • Hati yang Hancur Lebur — 21
  • Estetika Kesepian — 32
  • Kota dalam Kardus — 50
  • Kota tanpa Bir Hitam — 66
  • Politik dan Kesepian — 74
  • Bahkan Ibu Megawati pun Kesepian — 85
  • Kisah dari Panti Jompo — 92
  • Perempuan yang Menangis di Jendela — 102
  • Selubung Gender dalam Narasi Kesepian — 117
  • Lelaki Kesepian: Adolf dan Prabowo — 137

Epilog: Jakarta Siapa Punya? —  154

Biodata Penulis —  164

Spesifikasi
Judul            :  Lonely Crowd: Narasi-Narasi Kesepian dalam Masyarakat Urban

Jenis             :   Buku Digital (Ebook/ format Pdf)
Kategori       :   Buku Umum
Penulis          :   Ahmad Gaus
Penerbit       :   Lotus Books

Tahun terbit  :   September 2024
Panjang        :   iii + 165 Halaman
Harga            :   Rp.45.000,00

Mau beli e-book ini?

Hubungi email: tangseldita091@gmail.com

Jiwaku Nyanyian Kudus

puisi ahmad gaus
JIWAKU NYANYIAN KUDUS
Apa arti Natal bagiku yang bukan seorang Kristiani?
Di mana tempat Yesus Kristus dalam diriku?
Aku bertanya, dan pertanyaanku melambung ke langit biru
Siang malam aku mencari
Berganti musim
Berbilang waktu
Berganti windu
Tapi aku tidak menemukan tempat Yesus Kristus dalam diriku
Tidak di mata
Tidak di telinga
Tidak di kepala
Tidak di mana-mana
Aku pernah mendengar ceramah seorang pastur tentang Natal sebagai peristiwa terbesar dalam sejarah manusia.
Aku pernah mendengar khotbah pendeta yang menggebu-gebu
Tentang Yesus Kristus sebagai satu-satunya penyelamat dunia
Tapi para ulama di agamaku juga mengatakan bahwa agamaku adalah satu-satunya jalan keselamatan
Aku terperangah..
Ternyata semua agama sama saja
Senang benar dengan narasi-narasi besar yang diumbar di atas mimbar
Tapi aku tidak bisa memahami agama dari mulut para pengkhotbah
Mereka itu seperti juru kampanye partai yang sedang minta dukungan
Mereka itu seperti tukang obat yang menjual ayat-ayat suci untuk keuntungan sendiri
Akhirnya aku mencari Yesus Kristus di ruang sunyi
Hanyut aku dalam ritus nyanyian kudus
Lagu-lagu rohani mengguncang jiwaku
Sore itu, sepulang dari kampus
Aku berdiri tepat di depan pintu sebuah gereja
Lonceng Natal bergema
Lonceng Natal memanggil
Orang-orang bernyanyi dengan suka cita
Aku mendengarkan nyanyian jiwaku dalam keheningan
Aku masuki ketiadaan yang terdalam
Jauh dalam ketiadaanku
Aku fana
Aku fana
Kutemukan Yesus Kristus dalam zikir zikir panjangku
Dia datang seperti angin yang gemetar di pucuk-pucuk daun
Dia datang bagai rinai gerimis menyentuh kaca jendela
Suaranya terdengar bagai nyanyian burung yang hinggap di pohon cemara sehabis hujan.
Sebenarnya bisa saja aku mencampakkan Yesus Kristus dari hidupku
Karena Dia bukan keyakinanku
Karena guru-guru agamaku mengatakan begitu
Tapi aku tidak bisa menolak kasih yang datang kepadaku
Aku tidak mencintai Yesus Kristus
Tapi Yesus Kristus mencintaiku
Di mana aku harus bersembunyi dari cinta-Nya
Ke mana aku harus melarikan diri?
Karena kasih-Nya begitu halus menembus dinding jiwaku
Telingaku kini dipenuhi nyanyian kudus
Kepalaku kini dipenuhi nyanyian kudus
Jiwaku kini dipenuhi nyanyian kudus
Seluruh dunia yang kulihat dipenuhi nyanyian kudus.
THE END
Dibacakan di acara Perayaan Natal Antariman di BBPK Kampus Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2024. Penyelenggara: Nurcholish Madjid Society (NCMS), Esoterika – Forum Spiritualitas, Caknurian Urban Sufism, Serumpun Bakung (SB), JPIC OFM Indonesia, dan Gardianat Portiuncula.

3 Buku Baru Saya

Sepanjang tahun 2023 saya telah menulis dan menerbitkan 3 judul buku, seperti di bawah ini. Alhamdulillah berkat buku-buku ini saya jadi keliling Indonesia karena diundang oleh berbagai kalangan untuk diskusi atau bedah buku. Buku-buku itu sudah ada di Gramed atau ol shop, silakan dibeli ya 🙂

Kalau mau bedah buku2 tsb dengan narsum saya boleh hubungi di sini: 0857 5043 1305

Baca juga:

Yuk, Menulis Biografi

Biografi Seorang Bankir

Diskusi Buku “Imajinasi Islam”

Salam teman-teman , ini buku baru saya selaku editor diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Buku ini sudah diluncurkan dan dibedah di kampus UIII Depok pada 18 Oktober lalu. Dan pada Selasa tanggal 7 November nanti akan didiskusikan lagi di Universitas Paramadina,  Silakan hadir ya. Ada 100 buku gratis untuk 100 pendaftar pertama. Kalau anda di luar Jakarta dan berminat memiliki buku ini, sila hubungi: 0857 5043 1305.

Puisi Ulang Tahun untuk Pendeta Albertus Patty

https://www.facebook.com/photo/?fbid=10160043328882599&set=a.375767877598

 

Puisi Ulang Tahun untuk Isti Nugroho

ISTI NUGROHO dan Kekuasaan Tiran
Dia seorang filsuf, sastrawan, dramawan, dan sekaligus pemberontak.
Namanya pertama kali saya dengar pada 1988, ketika koran-koran memberitakan bahwa dia dan dua temannya aktivis di Yogyakarta ditangkap aparat dan dipenjarakan. Gara-gara mendiskusikan buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer, yang oleh penguasa dianggap mengandung ajaran komunis.
Dialah Isti Nugroho..Delapan tahun mendekam di dalam penjara Orde Baru. Hampir setiap dini hari ia dibangunkan. Direndam di kolam. Dipukuli. Kakinya dijepit di bawah meja yang diduduki para penyiksanya. Sampai pincang. Dia dipaksa mengaku bahwa dirinya komunis. “Di mana komunisnya, orang saya ini Pancasila,” jawabnya.
Belasan tahun kemudian (2012) saya bertemu dengannya di Balai Budaya Yogyakarta. Saya menyaksikan sebuah pementasan teater. Rupanya sutradaranya adalah Isti Nugroho.
Sejak itu kami berteman. Saya tidak tahu kapan persisnya Isti hijrah ke Jakarta. Pada 2016 saya memenuhi undangannya untuk menjadi narasumber sebuah diskusi sastra di Jl. Guntur. Rupanya Rumah Guntur itulah yang menjadi basecamp-nya.
Usai acara ia menghampiri saya. Mengobrol. Dan memberi saya sebuah amplop berisi honorarium. Malu-malu saya menerimanya.
“Lumayan buat jajan anak-anak di rumah,” ujarnya. Mata saya berkaca-kaca. Di hadapan seorang pejuang seperti Isti Nugroho, saya bukan siapa-siapa.
Selamat ulang tahun, Bung Isti Nugroho.
Banjarmasin, 30 Juli 2023
Ahmad Gaus

Untuk Seorang Kawan

TANGAN YANG DICURI
Untuk seorang kawan
Buku-buku di perpustakaanmu penuh dengan ombak
Tidak ada halaman kosong untuk sekadar berbaring
Menunggu angin laut mengirimkan kota-kota renaisans
Sudahlah, yang takkan datang tidak perlu ditunggu!
Begitu katamu, dulu.
Kapal-kapal perompak datang
Mencuri tanganmu
Menyembunyikannya di bawah pasir
Engkau hanya boleh melukis bulan
Bukan gelapnya malam
Supaya bumi terlihat baik-baik saja.
Ahmad Gaus

Puisi Ulang Tahun untuk Anick HT

ANICK HT & KEBEBASAN BERAGAMA
Kuburlah Kami Hidup-hidup! Begitu judul buku karya Anick Ht yang terbit beberapa tahun silam. Buku ini berisi lima buah puisi panjang, puisi esai, yang diangkat dari peristiwa nyata yang terjadi di masyarakat.
Lewat puisi esai itu Anick menuturkan kisah pilu orang-orang yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan. Persekusi, diskriminasi, dan tindakan kekerasan atas nama agama, menjadi keprihatinan Anick sejak.lama. Ia telah memilih jalan hidupnya untuk berada di antara kelompok-kelompok minoritas.
Dalam sebuah parade kebinekaan, ia dan komunitasnya diserang oleh kelompok garis keras. Beberapa orang terluka berat dan harus dirawat di rumah sakit. Anick tidak kapok dan terus berjuang untuk kebebasan beragama.
Selamat ulang tahun, Anick. Berbahagialah karena telah menemukan jalan hidupmu.

 

INSPIRASI UNTUK DUNIA: Islam Indonesia dalam Perspektif

Bulan Juni ini (2023) buku baru saya terbit. Judulnya INSPIRASI UNTUK DUNIA: Islam Indonesia dalam Perspektif.

Ini buku kedua saya di tahun ini (2023). Setelah Maret lalu terbit buku saya berjudul  “Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Bersama” yang diluncurkan dan didiskusikan di Rumi Cafe, Melawai, Jakarta Selatan. Diramaikan dengan pembacaan puisi dan tarian Sufi.

Lihat: Bedah Buku Baru Saya di Rumi Cafe

Setelah itu, buku tersebut didiskusikan di berbagai kota yaitu Bogor, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Pekan Baru.

Semoga buku yang baru ini INSPIRASI UNTUK DUNIA juga menyita perhatian publik dan dibedah di berbagai kota. Dengan begitu saya bisa keliling Indonesia gratis, hehehe

 

Tanggal 23 Juni 2023 lalu buku ini dibedah di Perpustakaan UIII, Depok. Sayang saya absen karena pada saat bersamaan saya sedang berada di Pekan Baru untuk bedah buku Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik  Bersama. Acaranya diadakan di Perpustakaan Soeman HS, sebuah perpustakaan yang sangat megah di jantung kota Pekan Baru.

Buku INSPIRASI UNTUK DUNIA tebalnya 800 halaman, tapi harganya murah hanya Rp.150 ribu karena disubsidi oleh UIII.

Kalau anda tertarik untuk membeli buku ini silakah hubungi Rani di UIII, nomornya 081280006307

 

Terima kasih

Ahmad Gaus

 

 

 

 

Puisi Ulang Tahun untuk Alida

[5/17, 19:34] Alida Astarsis USS: Beautiful kang Gaus, tenkyuuu 😍❤️👍🌷🌷
[5/17, 19:35] Alida Astarsis USS: Kado yg indah 🌷