Bincang-bincang Puisi Esai di Singapura

Sabtu pekan lalu, 28 Desember 2013, dua buku puisi esai karya penulis Indonesia diluncurkan dan dibedah di Singapura. Dua buku tersebut masing-masing Imaji Cinta Halima karya Novriantoni Kahar dan Kutunggu Kamu di Cisadane karya Ahmad Gaus. Acara ini merupakan kerjasama antara Leftwrite Center, Jabatan Pengkajian Melayu National Universtity of Singapore (NUS) dan the Art House.Continue reading “Bincang-bincang Puisi Esai di Singapura”

[Esai] Mengapa Orang Saleh Masuk Neraka? Tentang “Robohnya Surau Kami”

Rumah Produksi Rupa Kata Cinema tahun ini akan memproduksi film “Robohnya Surau Kami”, yang diangkat dari cerpen legendaris karya sastrawan Minang, AA Navis. Seberapa menarik karya cerpen tersebut? Berikut catatan iseng saya: ROROHNYA SURAU KAMI Mengapa cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis yang terbit tahun 1955 masih terus dibaca orang hingga sekarang? Sebenarnya bukanContinue reading “[Esai] Mengapa Orang Saleh Masuk Neraka? Tentang “Robohnya Surau Kami””

Wiji Thukul, Penyair Pemberontak

AKU INGIN JADI PELURU Peringatan jika rakyat pergi ketika penguasa pidato kita harus hati-hati barangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyi dan berbisik-bisik ketika membicarakan masalahnya sendiri penguasa harus waspada dan belajar mendengar bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam apabila usul ditolakContinue reading “Wiji Thukul, Penyair Pemberontak”

100 Buku Terbaik Karya Anak Bangsa

JANUARI 1. Dari Zaman Citra ke Metafisika; Bunga rampai Telaah Sastra DKJ (Bramantio, dkk., Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia [KPG]) 2. Hatta, Hikayat Cinta & Kemerdekaan (Dedi Ahimsa Riyadi, Penerbit Edelweiss) 3. Mengenang Hidup Orang Lain Sejumlah Obituari (Ajip Rosidi, KPG) 4. Penyeret Babi (Inggit Putria Marga, Penerbit Anahata) 5. Sejuta Hati untuk Gusdur; Sebuah NovelContinue reading “100 Buku Terbaik Karya Anak Bangsa”

Berislam dengan Santun oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat

Timbangan Buku API ISLAM Nurcholish Madjid Kompas, Rabu, 22 Desember 2010   Oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat   Sosok dan pemikiran Nurcholish Madjid (1939-2005) sulit dihapus dari ingatan intelektual Islam Indonesia kontemporer. Bersama Abdurrahman Wahid, keduanya meletakkan fondasi pemikiran keagamaan dan ke-Indonesia-an yang inklusif dan visioner. Mereka mempertegas integrasi Islam, demokrasi, dan negara kebangsaan baikContinue reading “Berislam dengan Santun oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat”