Pro-Kontra Islam Nusantara

Kuliah Twitter seputar Pro-kontra Islam Nusantara Oleh Ahmad Gaus AF — penulis, aktivis, dosen ilmu kebudayaan 1. Hari-hari ini pro-kontra Islam Nusantara kembali mencuat. Beberapa daerah di Sumatera terang-terangan menolak Islam Nusantara. Untuk menanggapi isu tersebut saya mau kultwit sedikit, sekadar apresiasi dan kritik. Yang berminat silakan gelar tikar. Siapkan kopi (+ rokok). 🙂 Tagarnya:Continue reading “Pro-Kontra Islam Nusantara”

Seputar Heboh Buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh”

Seputar Heboh Buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” (Siapa Yang Mendanai Program Ini?) Oleh Ahmad Gaus (Anggota Tim 8) SETELAH diluncurkan pada 3 Januari 2014 lalu di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jakarta, buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh terus menuai polemik. Salah satu titik polemik ialah: siapa yang mendanai program bukuContinue reading “Seputar Heboh Buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh””

Ekologi Ateistik

Sumber foto: http://dikaajah.blogdetik.com/profil/ Isu lingkungan hidup selama ini lebih banyak dilihat sebagai persoalan struktural, menyangkut politik pembangunan, kebijakan tata ruang, konflik tanah, ancaman boikot dari negara maju, dan sebagainya. Jarang masalah ini didekati dari sudut pandang keagamaan. Mungkin ini terkait dengan asumsi bahwa persoalan lingkungan hidup merupakan gejala modern akibat dari proses industrialisasi yang berawalContinue reading “Ekologi Ateistik”

MENYANYIKAN NURCHOLISH MADJID

Menyanyikan Nurcholish Madjid CATATAN berikut merupakan Pengantar Penulis untuk Biografi Nurcholish Madjid “API ISLAM”, terbitan Kompas 2010. Semoga bermanfaat sebagai renungan di tahun baru 1435 Hijriyah. BUDAYAWAN Emha Ainun Nadjib bertanya kepada Omi Madjid, lagu apa yang paling disukai Cak Nur (Nurcholish Madjid). Istri almarhum Cak Nur itu menjawab, Umi Kulsum. Cahaya di atas panggungContinue reading “MENYANYIKAN NURCHOLISH MADJID”

Mengenang BUYA HAMKA dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Terlalu gegabah menuduh Hamka plagiat seperti meneriaki tukang copet di Senen. – HB Jassin TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK Catatan Ahmad Gaus (Berikut adalah esai untuk mengenang Buya Hamka yang wafat pada tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun. Beliau almarhum adalah seorang ulama dan sekaligus sastrawan besar yang dimiliki bangsa kita. Selamat membaca).Continue reading “Mengenang BUYA HAMKA dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”

Membaca Kembali Pram: Gonjang-Ganjing BUMI MANUSIA

Esai ini berasal dari makalah diskusi memperingati wafatnya Pramoedya Ananta Toer yang diselenggarakan oleh Sanggar Kaki Langit, Tangerang, 30 April 2013. Saya posting di sini setelah diperbaiki dan dilengkapi dengan catatan kaki. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Ahmad Gaus BUMI MANUSIA Duapuluh tahun sebelum menerbitkan Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer menulis sebuah esai berjudul “Dengan DatangnyaContinue reading “Membaca Kembali Pram: Gonjang-Ganjing BUMI MANUSIA”

Mengapa Orang Saleh Masuk Neraka? Tentang “Robohnya Surau Kami”

Rumah Produksi Rupa Kata Cinema tahun ini akan memproduksi film “Robohnya Surau Kami”, yang diangkat dari cerpen legendaris karya sastrawan Minang, AA Navis. Seberapa menarik karya cerpen tersebut? Berikut catatan iseng saya: ROROHNYA SURAU KAMI Mengapa cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis yang terbit tahun 1955 masih terus dibaca orang hingga sekarang? Sebenarnya bukanContinue reading “Mengapa Orang Saleh Masuk Neraka? Tentang “Robohnya Surau Kami””

Wiji Thukul, Penyair Pemberontak

“Aku Ingin Jadi Peluru” Peringatan jika rakyat pergi ketika penguasa pidato kita harus hati-hati barangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyi dan berbisik-bisik ketika membicarakan masalahnya sendiri penguasa harus waspada dan belajar mendengar bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam apabila usul ditolakContinue reading “Wiji Thukul, Penyair Pemberontak”

Masa Depan Tidak Ada Pada Masa Lalu

Oleh Ahmad Gaus John L Esposito dan John J. Donahue, suatu ketika menyampaikan pandangan yang bagi sebagian kita mungkin cukup menghibur. Katanya, dalam catatan sejarah jatuh-bangunnya kerajaan-kerajaan manusia di muka bumi, tidak ada kebangkitan yang begitu memesona selain kebangkitan peradaban Islam. Peradaban Islam, lanjut keduanya dalam buku yang sudah menjadi klasik, Islam in Transition (1982),Continue reading “Masa Depan Tidak Ada Pada Masa Lalu”

Kebutuhan Pada Teologi Baru

Oleh Ahmad Gaus Indonesia dikenal sebagai daerah pinggiran Islam, artinya sangat jauh dari Arab sebagai pusat Islam. Namun demikian, berbagai percobaan untuk mempraktekkan Islam yang dianggap otentik di tanah air ini tidak kalah dengan di negeri-negeri Islam lainnya. Salah satu percobaan itu misalnya adalah di bidang teologi. Boleh dibilang bahwa pengalaman kaum Muslim di siniContinue reading “Kebutuhan Pada Teologi Baru”

How Liberal Can You Go?

        How Liberal Can You Go? Oleh: Ahmad Gaus AF Pengamat Pemikiran dan Gerakan Islam, Paramadina   ANCAMAN serius bagi setiap pemikiran keagamaan adalah kemandekan, kebuntuan, dan ketiadaan semangat inovasi. Kondisi semacam itu akan menyebabkan agama kehilangan relevansinya dengan zaman dan masyarakat yang terus berubah. Pemikiran keagamaan dalam bentuk tafsir, teologi, danContinue reading “How Liberal Can You Go?”

Fundamentalisme Islam

Fundamentalisme: Citra dan Fakta Oleh Ahmad Gaus AF Pengamat Pemikiran dan Gerakan Islam, Yayasan Paramadina     Gerakan-gerakan sosial keagamaan dengan berbagai corak, bentuk, dan tujuan sebenarnya bukanlah hal yang baru di dalam sejarah agama-agama. Demikian juga gerakan keagamaan yang disebut “fundamentalisme”, yang kini ramai kembali diperbincangkan. Karen Amstrong, mantan biarawati Katolik Roma, dalam bukuContinue reading “Fundamentalisme Islam”