





Aku menulis, maka aku ada






Via Dolorosa
Selamat menjalani Tri Hari Suci untuk para sahabat blogerku yang beragama Kristen/Katolik.
Pengorbanan ala Kristus masih dibutuhkan untuk membangun dunia yang lebih damai. Mari ikuti jalan penderitaan Yesus (Via Dolorosa). Mari bersama menuju Golgota.
Salam Kasih,
Ahmad Gaus
Please share this poster if you want to be a part of building a peaceful world:
****
Anda tertarik menulis biografi, bagaimana caranya? Baca tautan berikut ini: Menulis Biografi
Selamat jalan Maret 2021
Mau menulis biografi bersama saya?
Baca di sini: Menulis Biografi
Baca juga: Kerukunan dan Toleransi Itu Beda, Son
Ada juga yang bacakan puisi ini di Youtube:
If you like this poem please share, thanks
Baca novel saya Hujan dalam Pelukan, dan jangan lupa subscribe ya teman-teman, buka link ini: https://h5.novelme.com/bookinfo/22983 terus klik + RAK. Tenang saja, proses ini Gratis. Terima kasih yo. Salam 🙂 🙂


Kerukunan dan Toleransi Itu Beda, Son

Kota Yang Ditinggalkan
Kapan lagi angin gunung akan bertiup ke kota
menaburkan benih pepohonan di tubuh kita
agar tumbuh menjadi hutan!Sungai-sungai adalah nafas kita
yang berhulu di cakrawala
beribu-ribu tahun mengalir menuju muara jiwa
beribu-ribu perahu berlayar di atasnya
membawa sendiri mata air dari telaga
dan kita masih saja bicara tentang kearifan purba
melalui huruf dan angka-angka.Berapa banyak kota yang dibangun di atas makam
kesunyian sukma-sukma manusia
Berapa banyak peradaban yang membusuk
dalam piramida kurban manusia.Waktu berkejaran, mimpi terus disusun
dimasukkan ke dalam keranda
aku memandangi sepi menyergap jalan-jalan kota
musim kemarau diam-diam
menyusup lewat jendela.– a poem by ahmad gaus